Embung Kekurak Badau Bocor, Warga Perbaiki Sumber Air Bersih di Tengah Kekeringan

Taufik As • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:26 WIB
Perbaikan kebocoran terhadap embung Kekurak Kecamatan Badau yang mengalami kebocoran oleh masyarakat. (ISTIMEWA)
Perbaikan kebocoran terhadap embung Kekurak Kecamatan Badau yang mengalami kebocoran oleh masyarakat. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Warga Badau di perbatasan Indonesia-Malaysia bersama anggota DPRD Kapuas Hulu Rinto memperbaiki bendungan air yang menjadi sumber air bersih utama mereka pada Selasa (8/9).

Sumber air bersih utama untuk masyarakat Kecamatan Badau di perbatasan Indonesia-Malaysia berasal dari bendungan atau tampungan air yang memanfaatkan aliran dari Bukit dan Air Terjun Desa Kekurak, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Pasalnya pada musim kemarau saat ini pun, sumber baku yang diharapkan dari embung Kekurak pun kian tipis. Masyarakat Kecamatan Badau saat ini pun masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Baca Juga: Polres Landak Salurkan 1.400 Liter Air Bersih untuk 40 KK di Tengah Kemarau

Meskipun debit air mengalir dari embung Kekurak kerumah warga debit airnya kurang, masyarakat perbatasan tetap masih berharap dengan sumber baku air bersih tersebut.  Namun kendala pun dihadapi dimana kondisi embung tersebut sudah banyak kebocoran sehingga air mengalir pun tidak terlalu deras.

"Kami turun langsung memperbaiki Bendungan  air Bukit kekurak yang kering agar bisa mengalir lagi untuk memenuhi dan membantu kebutuhan air masyarakat kecamatan Badau dan sekitarnya, " kata Sukimin Kepala Desa Nanga Badau Kecamatan Badau, Rabu (9/9).

Sukimin mengatakan, kondisi air di embung tersebut memang debitnya kurang, tetapi air masih mengalir, kendalanya ada kebocoran d embung tersebut "Bendungan Bukit Kekurak ini satu-satunya yang mengarah ke badau. Sebenar nya masih ada potensi lain yang bisa dijadikan embung," ujarnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini masyarakat Badau masih kesulitan air bersih, solusi dari PDAM dengan membuka titik pengambilan 1 titik diarah berangan belum efektif dan tak mempu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih, Polres Landak Bangun Sumur Bor untuk Warga

"Untuk sementara dengan kondisi kemarau, ada sebagian warga yang menngangkut air menggunakan motor bagi. Bagi warga ekonominya menenggah ke atas mereka beli 1 tong 1000 liter air dengan harga Rp200 ribu. Bagi warga yang kebawah mereka berharap ada warga yg membagikan air bersih. Jadi ada warga yang mengambil air di kuari milik salah satu pengusaha disini, dimana lokasinya masuk kebun sawit plasma," ujarnya.

Sementara itu Rinto Anggota DPRD Kapuas Hulu mengatakan, dirinya bersama masyarakat Badau memperbaiki embung Kekurak yang bocor. "Kalau tidak diperbaiki, sulit juga masyarakat mendapatkan air bersih. Sementara embung ini merupakan salah satu tempat penampungan air bersih yang dibutuhkan warga," ujarnya.

Politisi Partai NasDem ini mengatakan, masyarakat Badau saat ini memang lagi kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Dirinya bisa berharap ada solusi dari Pemerintah Daerah dan PDAM terkait air bersih ini.  "Kita minta dari pihak PDAM supaya kedepan bisa lebih memperhatikan keadaan yang akan datang mengenai air bersih," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
Kapuas Hulu DPRD Kapuas Hulu bendungan engehalde BADAU Air Bersih