PONTIANAK POST – Semangat jaga hutan, jaga kehidupan untuk Indonesia tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kepedulian nyata kepada masyarakat yang terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kemarin. Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI, Brigjen TNI Sain Mustain, didampingi Danpos Ramil Putussibau Utara Peltu Diaz, menyerahkan bantuan berupa bingkisan kepada Atoi, warga yang terdampak Karhutla di Desa Seluan Pesantren Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu.
Brigjen TNI Sain Mustain menyampaikan bahwa penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga hutan dan lingkungan harus tumbuh dari setiap individu.
“Jaga hutan berarti menjaga kehidupan. Ketika hutan kita lindungi, kita juga melindungi udara, air, kesehatan dan masa depan anak cucu kita. Mari bersama-sama mencegah Karhutla agar kejadian serupa tidak kembali merugikan masyarakat.” katanya.
Baca Juga: Harga Pertalite Eceran di Kapuas Hulu Tembus Rp20 Ribu, Surat Edaran Bupati Dinilai Tak Efektif
Danpos Ramil Putussibau Utara Peltu Diaz turut mengajak masyarakat Desa Seluan Pesantren untuk terus membangun kepedulian dan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan. Lanjutnya, bantuan yang diserahkan mungkin sederhana, namun memiliki makna besar sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian TNI di tengah masyarakat. Tidak hanya hadir ketika api berkobar, tetapi juga hadir untuk memberikan dukungan kepada warga yang terdampak.
"Karena hutan bukan sekadar hamparan pepohonan, melainkan sumber kehidupan yang harus diwariskan dalam keadaan lestari kepada generasi berikutnya, " pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair