PONTIANAK POST - Kabar baik datang bagi masyarakat Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar sekitarnya. Desa tersebut kebagian 'kue pembangunan' dari APBD Kapuas Hulu tahun 2026 untuk pembangunan jembatan di wilayah tersebut.
Pemkab Kapuas Hulu sudah menyiapkan dana sebesar Rp11,8 Miliar untuk pembangunan jembatan dengan menggunakan rangka panel yang tersebar di beberapa tempat. Salah satunya jembatan di Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar.
Philip Keritus Kedi Kades Mensiau Kecamatan Batang Lupar menyampaikan, sebelumnya memang kondisi jembatan didesanya tersebut tersebut sudah ambruk tertimpa kayu.
Baca Juga: Jembatan Perintis Garuda di Sanggau Rampung, 656 Warga Kini Punya Akses Penghubung Baru
"Jembatan ini menghubungkan empat desa yakni Desa Labian Iraang, Desa Setulang dan Desa Sungai Abau," katanya, Senin (14/9).
Ia mengatakan, belum lama ini dari pihak Dinas PUPR Kapuas Hulu sudah melakukan peninjauan terhadap jembatan di Mensiau.
"Rencananya akan dibangun secara permanen pada bulan November 2026 nanti. Sambil menunggu material tiba," ujarnya.
Philip mengatakan, jika usulan untuk jalan dan jembatan itu dari tahun 2020 dulu bahkan setiap tahun persoalan jalan dan jembatan selalu diusulkan. Dirinya pun bersyukur akhirnya jembatan yang didambakan masyarakat pun bisa terealisasi dibangun tahun ini.
Baca Juga: Pelopor Wisata Temajuk Dorong PLB Jadi PLBN dan Jembatan Sungai Cermai Segera Dibangun
"Tapi kita desa yakin kalau semua masalah di keuangan daerah kita yang tidak cukup. Dan pembanguan dan perehapan jalan di sampaikan Bupati secara bertahap dan berganti dengan desa lain yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu," ujarnya.
Philip mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah terutama Bupati hingga DPRD Kapuas Hulu yang sudah mendorong pembangunan jembatan di desanya bisa terealisasi tahun ini.
"Cuma masih ada harapan kita dari desa mensiau, jalan lagi perlu di perbaiki juga. karena jalan juga rusak parah, jalan penghubung antara dusun ke dusun di desa Mensiau. Mudah-mudahan ini juga menjadi perhatian Pemerintah Daerah," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair