Ramai Isu Setoran PETI Nanga Kalis, Masyarakat Penambang Sebut Tak Ada Bekingan

Taufik As • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 10:40 WIB
Ilustrasi PETI
Ilustrasi PETI

PONTIANAK POST - Dugaan adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Nanga Kalis Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu mulai mencuat di media sosial. Polsek Kalis dan Kepala Desa setempat dituding melakukan pembekingan serta menerima aliran pungutan atau setoran dari pekerja. Bahkan tudingan air sungai keruh akibat aktivitas PETI pun juga mencuat.

Hal tersebut langsung dibantah oleh masyarakat setempat yang juga sebagai pekerja tambang yakni Fahrul Eka Saksi alias Boy. Menurutnya tudingan bekingan hingga setoran ke pihak kepolisian dan desa tidak pernah ada.

"Tidak ada itu setoran hingga bekingan ditempat kami kerja ini. Dalam pekerjaan tambang rakyat ini murni kemauan kami, kita tidak ada melibatkan desa hingga polisi," katanya, Selasa (15/9).

Baca Juga: Tragedi Kekeringan Ekstrem Ketapang: Niat Ambil Air, 4 Warga Tewas di Lubang Bekas PETI

Boy mengatakan, begitu juga dengan tudingan keruhnya sungai Mandai diakibatkan adanya aktivitas PETI juga keliru sehingga mengakibatkan masyarakat Nanga Kalis kesulitan air bersih.

"Sebelum masyarakat kerja nambang, air sungai juga keruh. Apalagi musim kemarau seperti ini. Masalah masyarakat kesulitan air bersih bukan hanya di Desa Nanga Kalis, sejumlah daerah juga kesulitan air bersih karena kemarau, " ungkapnya.

Penambang Diizinkan Kades

Lanjut Boy, baru beberapa hari ini masyarakat Desa Nanga Kalis bekerja nambang.  Sebelumnya memang, masyarakat desanya pernah melakukan pertemuan dengan Kades Nanga Kalis untuk izin kerja tambang.

"Namun dalam pertemuan tersebut bukan berarti Kades mengizinkan kami untuk melakukan kerja tambang emas. Kami yang mendesak Kades agar tetap kerja nambang," ujarnya.

Baca Juga: Polsek Mandor Temukan Bekas PETI Seluas 0,3 Hektare di Landak

Maka dari itu Boy menegaskan, dengan adanya informasi yang tidak jelas di media sosial terkait diduga ada setoran maupun bekingan baik dari Kades hingga kepolisian itu tidak ada.

"Apa yang dilakukan masyarakat saat ini murni keinginan sendiri, karena saat ini pekerjaan lagi sulit sementara ekonomi masyarakat lagi menurun. Dengan bekerja tambang inilah kami bisa menghidupi keluarga," ujarnya.

Harap Pemerintah Legalkan Tambang Rakyat

Sebagai pekerja tambang, dirinya justru berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu dapat segera melegalkan pekerja tambang rakyat diwilayah sehingga masyarakat tidak ada rasa takut lagi bekerja hingga diburu polisi.

"Kita juga tidak mau bekerja melanggar hukum dan berurusan dengan polisi. Saya harap bagaimana Pemda Kapuas Hulu bisa melegalkan pekerjaan kami," tuturnya.

Sementara itu Joni Luhur Perwakilan dari Desa Nanga Kalis membantah jika Kadesnya diisukan menerima setoran dan membekingi kegiatan tambang illegal di desanya. "Tuduhan Kades kami terima setoran tidak ada, silakan kalau bisa dibuktikan," ucapnya.

Joni yang juga Kepala Dusun Karya Suci Desa Nanga Kalis ini mengatakan, diwilayah nya memang ada lokasi kegiatan tambang yang lagi dikerjakan oleh masyarakat sejak beberapa hari ini. Namun masyarakat yang bekerja tambang tersebut berdasarkan kemauan sendiri dan tidak melibatkan pihak mana pun.

Baca Juga: Sungai Semandang Keruh, Polisi Tertibkan PETI di Simpang Hulu dan Amankan Peralatan Tambang

"Kami dari desa juga tidak bisa melarang dan menyuruh masyarakat melakukan penambangan. Karena bagi kami dilema, melihat kondisi ekonomi masyarakat saat ini, " ujarnya.

Sebagai aparat desa dirinya berhaap tambang rakyat didesanya ini bisa dilegalkan oleh pemerintah. "Karena masyarakat juga ingin bekerja lebih tenang dan tak ingin berhadapan dengan aparat penegak hukum," tuturnya.

Kapolsek Minta Lapor jika Personelnya Terlibat PETI

Sementara itu Kapolsek Kalis AKP Abdul Daeng Usman membantah jika pihaknya menerima setoran hingga membekingi kegiatan tambang illegal Desa Nanga Kalis.

"Silakan dibuktikan jika kami terlibat dalam kegiatan PETI di Desa Nanga Kalis. Tahu saja tidak kami dengan kegiatan PETI tersebut," ucapnya.

Baca Juga: PETI di Desa Ingko’ Tambe Kapuas Hulu Ditertibkan, Pondok dan Bak Penyaring Emas Dimusnahkan

Dirinya juga sangat menyayangkan ada isu pihaknya melakukan pembekingan hingga terima setoran hasil PETI Desa Nanga Kalis. Karena dirinya sudah mengingatkan kepada anggotanya jangan sampai ada yang terlibat dalam kegiatan PETI. "Kita pasti tindak tegas jika ada anggota Polsek Kalis yang terlibat PETI, "pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
bekingan Kapuas Hulu peti Tambang Rakyat NANGA KALIS