PONTIANAK POST – Mendorong sektor Pariwisata, Festival Budaya Perbatasan (FBP) Tahun 2026 digelar di Kawasan Pasar Wisata PLBN Badau, Desa Janting, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (19/9) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Kapuas Hulu, jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat dan tamu undangan. Jumlah peserta dan pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.
Festival Budaya Perbatasan Tahun 2026 mengangkat semangat pelestarian dan pengembangan kebudayaan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menampilkan keberagaman budaya, mempromosikan produk lokal, serta memperkuat kebersamaan masyarakat di wilayah perbatasan.
Baca Juga: Rumah Anggota TNI di Kapuas Hulu Ludes Terbakar, Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab
Dalam sambutannya, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan festival yang dinilai menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat perbatasan.
"Saya mengajak masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Badau, untuk bersama-sama menjaga kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan serta menunjukkan keramahan sebagai masyarakat yang terbuka dan berbudaya, " katanya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Undur yang mewakili Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan bahwa kebudayaan memiliki peran penting sebagai jati diri dan identitas bangsa serta menjadi perekat di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
"Pentingnya memajukan kebudayaan di wilayah perbatasan melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan, termasuk melalui diplomasi budaya dengan negara tetangga Malaysia, " ujarnya.
Baca Juga: 800 Orang Warga Kapuas Hulu Alami Gangguan Jiwa: Dinsos PPPA Ungkap Kendala Anggaran
Festival Budaya Perbatasan 2026 turut diramaikan dengan berbagai kegiatan, di antaranya pertunjukan budaya dan seni, gerai produk lokal, lomba olahraga tradisional, gelar wicara budaya, pemutaran film serta workshop tenun. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 September 2026.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, festival juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan berbagai produk lokal. Tercatat sebanyak 20 unit stand UMKM dan pelayanan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, mulai dari kerajinan tangan, kain tenun, makanan dan minuman, madu, hingga pelayanan paspor.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Kapuas Hulu bersama jajaran Polsek Badau turut melaksanakan monitoring dan pengamanan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar.
Festival Budaya Perbatasan 2026 di kawasan PLBN Badau merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan di wilayah perbatasan oleh Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat hubungan budaya di perbatasan, menampilkan keanekaragaman budaya, mempromosikan produk lokal, membuka ruang dialog budaya, meningkatkan apresiasi terhadap warisan. budaya serta mendorong sektor pariwisata. (fik)
Editor : Miftahul Khair