PONTIANAK POST - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Putussibau melakukan tes urine secara mendadak dan acak kepada 30 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan setempat demi mencegah peredaran narkotika. Pengecekan tes urine ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini dalam pengawasan peredaran narkoba.
"Tiga puluh warga binaan dilakukan tes urine secara acak dan mendadak kemarin, " kata Syahrinaldi Kepala Rutan Putussibau, Kamis (24/9).
Syahrinaldi mengatakan tes urine itu dilakukan usai pihaknya melakukan razia gabungan bersama aparat penegak hukum yakti Polisi serta TNI. Menurutnya tes urine itu penting dilakukan agar peredaran narkotika di lingkungan Rutan bisa diawasi dan dideteksi lebih dini.
Sebab jika ada warga binaan yang urinenya positif narkoba maka itu bisa menjadi indikasi bahwa peredaran narkoba masih terjadi di lingkungan Rutan atau yang biasa disebut sebagai penjara. "Tapi Alhamdulillah hasil tes secara acak yang telah dilakukan kemarin semuanya dinyatakan negatif, namun demikian pengawasan tidak bisa dikendorkan," katanya.
Selain warga binaan, Rutan Putussibau juga memilih 10 pegawai Rutan Putussibau secara acak untuk menjalani tes urine kemarin dan semuanya juga negatif. Ia menyebutkan saat ini Rutan Putussibau memiliki penghuni sebanyak 144 orang, sekitar 81 orang di antaranya adalah warga binaan yang terjerat kasus narkotika.
"Dengan kondisi demikian maka pengawasan mutlak harus dilakukan. Sebagai langkah antisipasi maka kami terus melakukan razia gabungan secara rutin dan melakukan tes urine pada saat-saat tertentu, " pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair