Cegah Gejolak Harga BBM Eceran di Kapuas Hulu: Warga Diminta Beli di SPBU, Polisi Perketat Penjagaan

Taufik As • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:06 WIB
Anggota Polsek Puring Kencana Kapuas Hulu melakukan penjagaan dan pengawasan pendistribusian BBM di SPBU setempat. (ISTIMEWA)
Anggota Polsek Puring Kencana Kapuas Hulu melakukan penjagaan dan pengawasan pendistribusian BBM di SPBU setempat. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Kapolsek Puring Kencana IPDA Eba. Simatupang memastikan tidak ada kios-kios yang menjual BBM jenis Pertalite. Semua masyarakat di Kecamatan Puring Kencana dianjurkan untuk mendapatkan ketersediaan BBM Pertalite harus di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 66.787.006 milik PT. Putra Kedamin Jaya di Kecamatan Puring Kencana. 

"Sehingga kita tidak ada yang namanya gejolak harga BBM jenis Pertalite di masyarakat karena mereka membeli BBM di SPBU sesuai HET Rp10 ribu," katanya, Jumat (25/9). 

Kapolsek mengatakan, Kecamatan Puring yang berbatasan dengan Negara Malaysia ini untuk ketersediaan BBM ini masih berjalan normal, meskipun sebelumnya Bupati Kapuas Hulu mengeluarkan tentang pengendalian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Kebijakan ini dikeluarkan akibat lonjakan harga eceran atau kelangkaan pasokan. SE tersebut mulai berlaku pada 3 September 2026. 

Baca Juga: Bupati Kapuas Hulu Minta APH Tindak Tegas Pengecer BBM Ilegal yang Jual Pertalite di Atas Rp15 Ribu

"Jadi kita tidak menerapkan SE Bupati di Kecamatan Puring Kencana. Kita lebih utamakan masyarakat antre BBM ke SPBU, " tuturnya. 

Kapolsek menjelaskan, untuk masyarakat yang melakukan pengisian BBM menggunakan kendaraan roda dua dan empat tidak dibatasi jumlahnya. Hanya saja masyarakat tetap melarang membeli BBM menggunakan jerigen maupun drum. 

"Tapi dengan catatan ketika pengantre yang menggunakan mobil, dia tidak diperbolehkan mengantre lagi selama 4-5 hari. Kecuali mobil ambulans dan angkutan barang," jelas Kapolsek. 

Untuk di Kecamatan Puring Kencana ada dua desa yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Daerah untuk ketersediaan BBM ini yakni Desa Kantuk Asam dan Kantuk Bunut. 

Baca Juga: Harga Pertalite Eceran di Kapuas Hulu Tembus Rp20 Ribu, Surat Edaran Bupati Dinilai Tak Efektif

"Karena dua desa ini sangat berharap bisa diberikan rekomendasi untuk mendapatkan BBM ini karena jarak mereka ke SPBU Puring Kencana ini jauh jaraknya kurang lebih 1 jam cuma medan mereka sulit karena daerah perbukitan," ujarnya. 

Kapolsek juga mengatakan, untuk memastikan pendistribusian BBM lancar ke masyarakat, pihaknya juga setiap hari melakukan pengawasan di SPBU. 
"Ada 4 anggota kita yang berjaga melakukan pengawasan pendistribusian di SPBU Puring Kencana," ungkapnya. 

Lanjut Kapolsek, baru-baru ini di SPBU di Puring Kencana sempat viral ada antrean mobil menggunakan drum, dirinya memastikan yang mengantre tersebut adalah masyarakat Kecamatan Empangan bukan Puring Kencana. 

"Dipastikan bukan masyarakat Puring Kencana yang antre menggunakan drum kemarin. Pengantre dari Empanang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat," jelasnya. 

Karena kata Kapolsek, di Kecamatan Empanang itu berbatasan dengan Puring Kencana dan Badau, sementara di Kecamatan tersebut tidak ada SPBU. 
"Sehingga masyarakat untuk kebutuhan BBM nya bergantung dengan APMS di Puring Kencana," ucapnya. 

Sementara itu Dudang warga Kecamatan Empanang mengaku saat ini harga BBM jenis Pertalite dengan harga Rp30-35 ribu.  "Itupun kadang tidak ada. Minyak itu hilang pagi, sore muncul di kios," tuturnya. 

Baca Juga: Pertalite Sintang Sulit Didapat, Enam SPBU Diawasi dan Pengisian Kendaraan Dibatasi

Dudang berharap, di Kecamatan Empanang ini ada SPBU yang dibangun seperti Kecamatan Badau dan Puring sehingga masyarakat tidak perlu lagi antre minyak ke Badau dan Puring. 

"Kami inikan merupakan kecamatan penyanggah yang tidak ada SPBU nya. Paling tidak kita berharap di Empanang ini ada BUMDES yang mengelola BBM ini sehingga masyarakat tidak perlu antre ke Badau dan Puring Kencana," ujarnya. 

Sementara itu Kasdu Pengelola SPBU di Kecamatan Puring Kencana mengatakan, pihaknya masih melakukan pelayanan pendistribusian BBM ke masyarakat perbatasan. 

"Kita mengisi BBM ke masyarakat tidak ada batasan jumlahnya, mengingat masyarakat inikan jaraknya jauh, " ujarnya. 

Baca Juga: Satgas BBM Badau Temukan Pertalite Dijual hingga Rp20 Ribu

Kasdu mengatakan, pihaknya saat ini tidak ada melayani masyarakat dengan menggunakan drum dan jerigen sesuai permintaan pihak kepolisian, hanya saja masyarakat perbatasan mulai teriak karena pihak SPBU tidak melayani mereka yang menggunakan jerigen. 

"Kita hanya bisa melayani mereka jika ada rekomendasi dari Kecamatan saja, " ucapnya. 

Sejauh ini kata Kasdu, dalam proses pelayanan pendistribusian BBM ke masyarakat ini juga diawasi sehingga antrean di masyarakat lebih tertib. 

"Kita berterima kasih kepada pak Kapolsek yang sudah membantu melakukan pengawasan dengan menempatkan anggotanya di SPBU Puring Kencana," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
Pertalite Eceran Kapuas Hulu gejolak harga bbm langka antrean spbu