PONTIANAK POST - Pekan Olahraga, Seni dan Keilmuan Guru (PORSENIJAR) PGRI Kapuas Hulu resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi, Jumat (25/9).
Kegiatan Porsenijar PGRI yang dilaksanakan pada 25-27 September 2026 itu mendapatkan sorotan masyarakat karena kegiatan serupa Porseni bagi Pelajar di Kabupaten Kapuas Hulu sudah dua tahun tidak dilaksanakan. "Padahal Porseni pelajar inikan jelas kita mencari prestasi anak-anak. Jika dari guru prestasi apa yang mau diharapkan lagi," kata warga yang enggan disebutkan namanya.
Dia juga menyoroti, dari mana anggaran untuk kegiatan Porsenijar PGRI ini, karena jika memang kegiatan ini menggunakan APBD Kapuas Hulu, jelas ini rasa pilih kasih dengan kegiatan Porseni pelajar.
Baca Juga: 594 Guru Ikuti Porsenijar PGRI Mempawah 2026, Ajang Perkuat Solidaritas dan Kreativitas Pendidik
"Kita sebagai masyarakat juga kecewa tidak dilaksanakan Porseni pelajar ini karena anak-anak butuh wadah dalam mengembangkan bakat olahraga dan seninya," ujarnya.
Warga lainnya mengungkapkan, apa pentingnya Porsenijar ini bagi para guru. Menurutnya guru-guru itu fokus saja dalam mendidik anak-anak.
Belum lagi kata dia, sudah dua tahun ini kegiatan Porseni bagi pelajar di Kabupaten Kapuas Hulu tidak pernah dilaksanakan. "Sebagai orang tua kita kasihan juga dengan anak-anak kita tidak pernah lagi ikut Porseni pelajar. Justru Porsenijar bagi guru yang diadakan," ungkapnya.
Sementara itu Petrus Kusnadi Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Hulu menyampaikan, kegiatan Porsenijar PGRI Kapuas Hulu bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar guru. "PGRI ini harus menjadi wadah bagaimana guru itu mencintai profesinya. Karena profesi guru itu sangat mulia," ujarnya.
Baca Juga: Polnep Tembus Lima Besar Nasional di PORSENI XV, Bawa Pulang 27 Medali
Kusnadi mengatakan, kegiatan Porsenijar PGRI ini murni dari biaya iuran para guru dan tidak menggunakan anggaran dari Dinas Pendidikan. "Dalam kegiatan Porsenijar guru ini, kita hanya mendukung dalam bentuk fasilitas sarana dan prasarana saja," ujarnya.
Kusnadi juga menyikapi tidak dilaksanakanya Porseni tingkat pelajar, dimana sudah sudah dua tahun tidak dilaksanakan. "Kendala tidak dilaksanakan Porseni tingkat pelajar dari Pemerintah Pusat ini sudah ditarik. Kita berharap kegiatan Porseni pelajar itu tidak membebani anggaran daerah, " ujarnya.
Sementara Yoga Ketua PGRI Kapuas Hulu menyampaikan, kegiatan Porsenijar ini dilaksanakan dari tanggal 25-28 September 2026. Yoga juga menegaskan, bahwa kegiatan Porsenijar guru ini dana berasal dari iuran para guru dan bukan menggunakan APBD."Jadi Porsenijar guru ini diikuti oleh 1.405 peserta dari 23 Kecamatan. Untuk Porsenijar guru ini ada kegiatan Bulu tangkis, Tenis Meja, Futsal, Takraw, senam PGRI, menyanyi solo, tari, paduan suara, melukis, pembelajaran mendalam," ujarnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair