PONTIANAK POST - Sejumlah Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga di Kapuas Hulu mengaku sangat kecewa terhadap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kapuas Hulu karena ada beberapa Cabang Olahraga tak mendapatkan sokongan dana untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat bulan Nopember 2026.
Bahkan akibat dari kebijakan KONI tersebut, salah satu Pengcab memilih mengundurkan diri dari pengurus olahraga.
Mohd Ali Asbi Ketua Pengcab Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Kapuas Hulu mengaku sangat kecewa dengan keputusan KONI Kapuas Hulu dari hasil Rapat Koordinasi yang dilaksanakan, Minggu (27/9) kemarin. KONI Kapuas Hulu sudah menentukan Cabor mana saja yang akan dibiayai oleh KONI Kapuas Hulu. Sementara olahraga Catur sendiri tidak dibiayai oleh KONI.
Baca Juga: Alokasi Dana Porprov 2026 Minim, KONI Kapuas Hulu Pangkas Cabor dan Buka Opsi Dana Mandiri
"Kami sangat kecewa dengan keputusan KONI, saya memilih mundur dari Pengcab Percasi," katanya, Senin (28/9).
Asbi mengatakan, dengan pengunduran dirinya sebagai pengurus Percasi Kapuas Hulu, dirinya beranggapan bahwa Pemerintah Daerah yakni KONI tidak mampu mendukung untuk kegiatan dari program Percasi selama ini.
"Apalagi KONI tidak mampu untuk membiayai keberangkatan Percasi untuk mengikuti Porprov. Sementara kita selama membentuk Percasi ini untuk mengakomodir atlet-atlet catur kita," ujarnya.
Asbi juga memastikan, untuk Percasi Kapuas Hulu tidak akan mengikuti Porprov 2026 karena dipastikan tidak ada biaya.
Baca Juga: KONI Kapuas Hulu Terima Hibah Rp500 Juta, Pengcab Cabor Soroti Kesiapan Atlet Menuju Porprov 2026
"Padahal saat rapat kemarin, kita juga sudah menawarkan solusi kepada KONI agar untuk atlet yang berangkat tersebut dikurangi jumlah kuota sehingga para Cabor bisa berangkat semua mengikuti Porprov. Tapi dari KONI tidak menerima solusi dari kita, KONI tetap berkeras dengan keputusan mereka," ujarnya.
Sementara itu Mustawadin Bagian Pembinaan Prestasi Pengcab Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kapuas Hulu mengaku sangat kecewa dengan keputusan KONI Kapuas Hulu yang tidak membiayai atlet Karate Kapuas Hulu untuk berangkat Porprov 2026.
"Rapat Koordinasi yang dilakukan KONI kemarin benar-benar membuat kami kecewa, karena KONI sudah menentukan sendiri terhadap Cabor yang akan dibiayai mereka," ujarnya.
Mus mengatakan, uang Rp680 juta yang ada di KONI Kapuas Hulu merupakan dana hibah dari Pemerintah Daerah yang bertujuan untuk mengembangkan olahraga. "Ingat uang itu bukan untuk KONI, tapi untuk masyarakat dalam mengembangkan olahraga. Jadi anak-anak kami yang berprestasi juga berhak dengan uang tersebut," ujarnya.
Mus juga mengaku heran dengan beberapa Cabor yang dipilih oleh KONI untuk mengikuti Porprov seperti Sambo, Muangthai, Hoki, Hokkaido, Arung Jeram, padahal Cabor-cabor ini adalah eksibisi sebelumnya dan dianggap akan memberikan medali pada Porprov tahun ini. Sementara cabor seperti Karate yang dinilai berprestasi dan aktif dalam melakukan pembinaan tidak dipilih.
"Saya curiga sudah ada monopoli yang dilakukan KONI terhadap cabor yang mereka tentukan ini," kesalnya.
Baca Juga: Dana Hibah Porprov Kapuas Hulu Dinilai Tak Cukup Berangkatkan Atlet, Pengcab Terpaksa Cari Sponsor
Lanjut Mus, meskipun cabor karate ini mendapat sokongan dana, dirinya tetap memastikan akan memberangkatkan para atletnya untuk berlaga di Porprov 2026.
"Apa pun yang terjadi dengan tidak ada dana bantuan KONI Kapuas Hulu, kita tetap berangkat. Karena selama ini kita sudah berjuang latihan, ikut Seleksi Provinsi. Kenapa kita tidak ikut pada hari H nya," jelasnya.
Sementara Senpay Erdamsyah Wakil Ketua Forki Kapuas Hulu mengaku juga sangat kecewa dengan KONI Kapuas Hulu terhadap kebijakan yang dibuat secara sepihak dalam menentukan cabor yang akan dibiayai mengikuti Porprov 2026.
"Untuk Cabor Karate ini rata-rata atletnya asli dari Kapuas Hulu. Sementara ada atlet dari luar Kapuas Hulu yang ikut Porprov dibiayai KONI. Di mana keadilannya," kata dia.
Sementara Anwar Sanusi Ketua KONI Kapuas Hulu menyampaikan, pihaknya sudah menetapkan 11 Cabor yang akan dibiayai KONI Kapuas Hulu untuk mengikuti Porprov 2026.
"Hasil Rakor kemarin kami sudah menetapkan 11 Cabor yang dibiayai KONI dan 10 cabor yang mandiri dalam ajang Porprov ke XIV yang akan dilaksanakan di bulan Nopember 2026," ujarnya.
Dirinya berpesan kepada atlet yang akan siap mengikuti Porprov 2026 agar giat berlatih dan tetap melaksanakan TC supaya tercapai hasil yang memuaskan dalam menghadapi Porprov kedepan. "Kita harus optimis untuk mendapatkan medali walaupun dana sangat minim," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair