35 Hewan di Perbatasan Badau Divaksin Rabies Gratis, Ada Kucing, Anjing hingga Seekor Monyet

Taufik As • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:28 WIB
Vaksinasi rabies dan pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis bagi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, Sabtu (26/9).(ISTIMEWA)
Vaksinasi rabies dan pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis bagi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, Sabtu (26/9).(ISTIMEWA)

PONTIANAK POST  -  Memperingati Hari Rabies Dunia (World Rabies Day) yang diperingati secara internasional setiap tanggal 28 September. Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat, Satuan Pelayanan PLBN Badau, menggelar vaksinasi rabies dan pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis bagi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, Sabtu (26/9).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor BKHIT Kalimantan Barat Satuan Pelayanan PLBN Badau tersebut digelar dalam rangka memperingati World Rabies Day yang mengusung tema Stronger Together sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun Karantina Ke-149.

Sebanyak 35 ekor hewan mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 32 ekor kucing, dua ekor anjing, dan satu ekor monyet. Hewan-hewan yang dibawa masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan sekaligus vaksinasi rabies sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit rabies di wilayah perbatasan.

Baca Juga: Tak Dibiayai ke Porprov 2026, FORKI Kapuas Hulu Pilih Berangkat Mandiri, Pengcab Percasi Mundur

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan sekaligus memperkuat upaya bersama mewujudkan kawasan perbatasan, khususnya Kecamatan Badau, yang bebas rabies.

Kepala BKHIT Kalimantan Barat Ferdi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dengan membawa hewan peliharaan mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan vaksinasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasi dan kepeduliannya terhadap kesehatan hewan. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya bersama mencegah penyebaran rabies. Harapan kami, melalui vaksinasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan meningkatnya kesadaran masyarakat, Kecamatan Badau dapat menjadi kawasan perbatasan yang semakin terlindungi dan bebas dari rabies, " kata Ferdi.

Menurutnya tema Stronger Together pada peringatan World Rabies Day menegaskan bahwa pengendalian rabies membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian pemilik hewan dan partisipasi aktif masyarakat.

Baca Juga: Buntut Viral Antrean BBM Ricuh di Semitau-Kapuas Hulu, Pembelian Kini Dibatasi 5 Liter per Orang

Disela pelaksanaan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan, petugas BKHIT Kalimantan Barat juga memberikan sosialisasi mengenai perkarantinaan kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut mencakup fungsi dan peran karantina di kawasan perbatasan, ketentuan dalam melalulintaskan hewan, ikan, tumbuhan beserta produk turunannya, serta pentingnya melaporkan dan memeriksakan komoditas yang dibawa melalui PLBN Badau.

Edukasi tersebut menjadi penting mengingat Badau merupakan salah satu wilayah perbatasan dengan tingkat mobilitas masyarakat dan lalu lintas komoditas antarnegara. Pemahaman masyarakat terhadap regulasi perkarantinaan diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan melalui pintu masuk negara.

Ferdi menambahkan, momentum HUT Karantina Ke-149 juga menjadi pengingat bahwa pelayanan karantina tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan di pintu masuk dan keluar negara, tetapi juga harus memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami ingin Karantina semakin dekat dengan masyarakat. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang vaksinasi, tetapi juga tentang membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan hewan dan mematuhi ketentuan karantina merupakan bagian dari upaya bersama melindungi kawasan perbatasan dan Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.

Baca Juga: Porsenijar Guru Kapuas Hulu Disorot saat Porseni Pelajar Vakum, Begini Penjelasan Ketua PGRI

Suasana kegiatan berlangsung hangat. Masyarakat datang membawa hewan peliharaan mereka untuk diperiksa dan divaksin, mulai dari kucing, anjing hingga monyet. Interaksi antara petugas dengan pemilik hewan juga menjadi ruang edukasi sederhana mengenai pentingnya mengenali kondisi kesehatan hewan dan melakukan pencegahan rabies sejak dini.

Melalui kegiatan vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan hewan gratis, dan sosialisasi perkarantinaan tersebut berharap semangat Stronger Togetherdapat terus tumbuh menjadi gerakan bersama antara pemerintah, petugas, dan masyarakat dalam menciptakan kawasan perbatasan Badau yang sehat, aman, dan semakin terlindungi dari ancaman rabies. (fik)

Editor : Miftahul Khair
rabies Perbatasan Indonesia-Malaysia vaksinasi rabies hewan peliharaan BADAU