Segera Rampung! 7 Madrasah Baru di Kapuas Hulu Siap Digunakan Siswa Belajar pada Awal Tahun 2027

Taufik As • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:49 WIB
Madrasah Nahdatul Watan di Putussibau saat ini hampir rampung pembangunanya. (TAUFIK/PONTIANAK POST)
Madrasah Nahdatul Watan di Putussibau saat ini hampir rampung pembangunanya. (TAUFIK/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Sebanyak 7 madrasah di Kabupaten Kapuas Hulu yang dibangun pada tahun 2025 oleh Kementerian PUPR sudah mulai rampung.

Ketujuh madrasah yang dibangun tersebut diantaranya MIN Kapuas Hulu, MTs Negeri 1 Kapuas Hulu, MTs N 2 Kapuas Hulu, MTs Maarif Kapuas Hulu, MIS Nahdlatul Wathan Kapuas Hulu, MIS Raudatul Jannah Kapuas Hulu dan MAS Al Azhar Kapuas Hulu.

Kepala Kemenag Kapuas Hulu, Syahrul menyampaikan, tujuh pembangunan madrasah di Kapuas Hulu yang dibangun tersebut sudah mulai rampung bahkan ada beberapa yang sudah selesai. "Tujuh pembangunan madrasah itu ada yang bangun baru dan rehab," katanya, Selasa (29/9). 

Baca Juga: Besok Madrasah Pontianak Kembali Masuk Kelas! Kemenag Siapkan Skenario Khusus

Syahrul memastikan, ketujuh madrasah yang dibangun tersebut dipastikan tahun 2027 awal bulan sudah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar.

"MTSN 1 sudah selesai dibangun, Maarif sudah selesai, Nahdatul Watan tinggal finishing, MIN finishing. Raudathul Jannah selesai, Al Azhar proses finishing dan MTSN 2 juga sudah selesai dibangun," jelasnya. 

Syahrul mengaku bersyukur sejumlah madrasah mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat dalam pembangunan baru madrasah, karena selama ini masih banyak madrasah yang ada masih perlu sentuhan pembangunan dari pemerintah pusat.

"Makanya kita pun sangat bersyukur madrasah di Kapuas Hulu dapat pembangunan baru dari pemerintah pusat," ujarnya. 

Baca Juga: 273 Siswa Madrasah Singkawang Ikuti OMI 2026, Peserta Terbaik Dibidik ke Tingkat Provinsi

Lanjut Syahrul, dirinya sendiri tidak pasti berapa anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan tujuh madrasah, begitu juga dengan bentuk atau desain pembangunan baru madrasah tersebut. Namun untuk pihak Kementerian PUPR sendiri sudah melalui survei terhadap kondisi bangunan dan tanah yang ada.

Sambung Syahrul, ketujuh madrasah yang sudah dibangun baru tersebut dinilainya sudah layak dibantu, karena untuk kondisikan bangunan madrasah tersebut sudah banyak yang goyang dan membahayakan anak-anak belajar.

"Seperti bangunan MIN 1 Kapuas Hulu, kondisi bangunannya itu sudah banyak yang goyang dan rusak. Makanya kita bersyukur madrasah ini mendapatkan pembangunan baru, karena jangan sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan ketika anak murid sedang belajar," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
Kapuas Hulu pembangunan gedung baru kemenag madrasah