Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melepas langsung pasukan JSDF dari kapal LST-03 Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu.
Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie menyampaikan apresiasi atas dukungan Jepang dalam membantu Indonesia menangani karhutla di Kalimantan Barat.
Selama menjalankan misi, Jepang mengerahkan tiga helikopter berat CH-47 Chinook untuk mendukung operasi pemadaman dari udara. Ketiga helikopter itu dibawa ke Indonesia menggunakan kapal JS Kunisaki yang berlayar dari Jepang.
Operasi bantuan tersebut secara resmi dihentikan pada Selasa (29/9). Kehadiran helikopter Chinook dalam operasi pemadaman dinilai memberikan kontribusi dalam mengendalikan kebakaran dan mencegah api menyebar lebih luas.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan penghargaan pemerintah Indonesia kepada Jepang atas bantuan yang diberikan selama penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi mengapresiasi sambutan serta dukungan pemerintah Indonesia selama berlangsungnya misi. Ia menyebut operasi bantuan pemadaman kebakaran di luar Jepang tersebut menjadi pengalaman pertama bagi JSDF.
Baca Juga: Pemkab Sintang Siapkan Aturan Bantuan Hukum bagi ASN, Ini Perkara yang Bisa Ditangani
Menurut Ueno, pengalaman tersebut juga membuka peluang untuk memperkuat kerja sama kedua negara pada masa mendatang. Kerja sama tidak hanya akan diarahkan pada penanganan bencana, tetapi juga mencakup bidang pertahanan.
Tiga helikopter CH-47 Chinook sebelumnya tiba di Kalimantan Barat pada 10 September 2026 setelah diangkut kapal JS Kunisaki dari Jepang menuju Indonesia.
Berakhirnya operasi JSDF menandai selesainya dukungan langsung Jepang dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Meski demikian, upaya penanggulangan kebakaran yang masih tersisa akan dilanjutkan oleh Satgas Nasional bersama pemerintah daerah dan relawan. (ANT)
Editor : Miftahul Khair