Dia juga menggugah generasi muda di kabupaten ini, untuk mengetahui tentang sejarah daerahnya yang dahulu memiliki kerajaan ternama. “(Jangan sampai) para generasi yang akan datang tidak kehilangan khas jati diri daerahnya,” timpal sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dalam Kabinet Indonesia Bersatu.
Kegiatan silaturahmi ini digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara. Selain bersama Meutia Hatta Swasono, sejumlah tokoh lain juga dihadirkan seperti Prof. Yasmine Zaki Shahab, P.Hd dan Prof. Dr. Syarif Ibrahim Alqadrie, ketua Yayasan Alqadri Center Kalbar.
Pada acara silaturahmi ini, Bupati Kayong Utara Citra Duani memberikan apresiasi atas kunjungan putri salah seorang Proklamator, Meutia Hatta Swasono, beserta rombongan ke Kayong Utara. "Saya atas nama Pemerintah Daerah Kayong Utara mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Ibu Meutia Hatta Swasono beserta rombongan yang telah berkenan hadir untuk berkunjung ke daerah kami. Karena kami tak pernah menyangka anak dari proklamator Republik Indonesia yaitu Bung Hatta, Wakil Presiden RI yang pertama, kini berkunjung dan hadir di tengah-tangah masyarakat Kayong Utara pada malam ini," ucap Bupati.
Bupati juga menceritakan sejarah singkat kerajaan tertua di Kayong Utara, yang pernah berjaya dan dikenal yaitu kerajaan di Matan. Pada kala itu, kerajaan di Matan tersebut dikatakan Bupati, bukan hanya kerajaan tertua saja, tetapi juga merupakan daerah penyebaran agama Islam yang pertama di Kalbar. Ajaan, yang menurut Bupati, disebarkan langsung oleh para ulama dari Arab yaitu pada abad ke 12 dan 13.
Kemudian Citra memberitahukan bahwa di Kayong Utara mempunyai flora dan fauna nomor dua terlengkap di dunia. Kabupaten ini digambarkan Bupati, memiliki 103 pulau yang salah satunya Cagar Alam Laut dan akan diusulkan statusnya menjadi Taman Nasional Karimata.
"Pada kesempatan ini, saya juga memberitahukan bahwa di Kayong Utara ini memiliki flora dan fauna nomor dua terlengkap di dunia yaitu terletak di Taman Nasional Gunung Palung, yang telah diteliti oleh Harvard University sejak puluhan tahun yang lalu dan di Kayong Utara, juga terdapat 103 pulau yang di antara salah satunya adalah Pulau Karimata yang merupakan Cagar Alam Laut. Untuk itu kami akan mengusulkan agar Pulau Karimata bisa disesuaikan statusnya menjadi Taman Wisata Karimata atau Taman Wisata Alam Laut," ungkap Bupati.
Sementara itu Syarif Ibrahim Alqadrie, ketua Yayasan Alqadri Center Kalbar, menyatakan keikutsertaan dirinya dalam melakukan kunjungan ke Kayong Utara untuk ikut berpartisipasi dalam membina dan memotivasi para generasi muda agar giat dan rajin belajar.
"Tujuan saya datang kesini adalah untuk bersilaturahmi dan turut serta berpatisipasi dalam upaya membantu meningkatkan dan membina serta memotivasi para generasi muda yang sedang megenyam pendidikan, sehingga melalui bantuan yang sederhana ini mudah-mudahan para generasi muda akan lebih giat dan rajin belajar," harapnya.
Dalam rangkaian kegiatan yang juga dihadiri oleh Raja Simpang, Wakapolres Kayong Utara, Ketua TP-PKK Kayong Utara, para kepala OPD Kayong Utara, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kayong Utara. Yayasan Alqadrie Center dalam kesempatan tersebut memberikan santunan kepada 100 orang anak yatim dan duafa Kabupaten Kayong Utara. (dan/humas) Editor : Salman Busrah