Berdasarkan informasi dihimpun Pontianak Post, ketika itu, sekira pukul 08.00 WIB, warga yang bernama Jupri dibantu empat warga lain, sedang membuat sumur bor di samping rumahnya. Dengan menggunakan mesin pompa air bermerek Robin, mereka menyedot air serta mengalirkan air tersebut guna membuat lubang dan memasukan pipa berukuran 2 inci. Namun sekitar pukul 12.30 WIB, pipa yang mereka masukkan ke dalam tanah hingga empat sambungan, dengan kedalaman kurang lebih 15 meter, tiba-tiba dari bagian dalam adanya semburan air yang cukup kuat dan tinggi hingga mencapai 7 – 15 meter. Melihat kejadian tersebut para pekerja pembuat sumur tersebut kemudian menyambung pipa dengan ELBO dan menambah pipa agar air tidak menyembur ke atas. Hingga keesokan harinya (12/11), air tersebut masih tetap keluar disertai pasir halus. Warga di sekitar lokasi kejadian mengalami kebingungan, lantaran kejadian tersebut baru kali pertama mereka alami saat membuat sumur bor.
Penjabat Danramil 1203-11 Simpang Hilir, Peltu Nanang Koswara, membenarkan informasi tersebut. “Airnya sampai (saat) ini masih mengalir dengan pasir yang halus, kemudian ada buih. Selama ini di Simpang Hilir tidak pernah mengalalmi hal seperti itu, dan ini baru kali pertama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman dari pembuat sumur, untuk kedalaman hingga 30 meter saja biasanya hanya keluar air seperti biasa. “Jadi ini masyarakat bingung, dengan tidak menggunakan mesin air mengalir deras,” sambungnya.
Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara Muhammad Oma mengatakan, kejadian sumur bor tersebut memang benar adanya. Lokasinya, disebutkan dia, berada di RT 8 Dusun Makmur, Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir. Ketinggian air tersebut, menurut dia, hampir setinggi rumah walet yang ada di sekitar lokasi.
Menerima informasi tersebut dirinya segera menugaskan anggotanya ke lokasi guna memastikan kebenaran tersebut. “Setelah dicek ternyata benar. Kita turunkan anggota kita ke lokasi, untuk membenarkan kejadian tersebut,” ungkapnya.
Berkaitan hal ini, pihaknya sudah menyampaikan kepada pimpinan serta ke Dinas Lingkungan Hidup, guna melakukan pengecekan lebih lanjut. “Kejadian ini sudah kita sampaikan kepada pimpinan. Selain itu ke Dinas Lingkungan Hidup pun sudah kita sampaikan. Jika kejadian tersebut bener, dan saat ini warga telah mengalirkan air tersebut ke parit, dengan sambungan pipa,” ungkapnya. (dan) Editor : Ari Aprianz