Sejak dua hari setelah keberhasilannya, belum ada kabar mengenai penyambutan kembalinya petinju andalan Indoensia tersebut ke Kalimantan Barat, Kayong Utara.
“Dua-duanya belum ada kabar. Sejauh ini belum ada info dari pemda. Baik Pemda provinsi Kalbar maupun Pemda Kabupaten Kayong Utara, mengenai penyambutan dari pemda,” ungkap Daud kepada Pontianak Post, Selasa (19/11) saat dihubungi melalui pesan whatsapp.
Bahkan, ia mengaku, sejauh ini atas keberhasilannya tersebut, belum ada pihak-pihak dari pemda yang menghubunginya.
“Jadi, sampai hari ini (kemarin-red) kita belum ada dihubungi. Hape saye senyap-senyap jak. Ndak ade bunyinya,” tulisnya
Namun, Pemerintah Daerah Kayong Utara melalui Sekertaris Daerah, Hilaria Yusnani mengaku sudah mempersiapkan jadwal dan acara penyambutan Daud “Cino” Yordan ke kabupaten Kayong Utara, atas keberhasilan Daud yang lagi-lagi mengharumkan nama Indonesia dalam pentas tinju dunia itu.
“Mengenai hal ini, sudah saya koordinasikan dengan pak Wabup. Akan ada penyambutan dari Pemda untuk kedatangan Daud ke Kayong Utara,” jelas Hilaria kepada Pontianak Post, juga melalui pesan whatsapp.
Sebelumnya, petinju Indonesia asal Kayong Utara, Kalbar Daud Yordan menumbangkan lawannya petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena dengan technical knockout (TKO) di ronde 8. Wasit menghentikan pertandingan lantaran petinju asal Afrika itu menyerah karena mengalami cedera di bahu kanan.
Daud Yordan yang turun di kelas 63 kg memperebutkan gelar juara International Boxing Association (IBA). Sejak ronde pertama hingga kelima, Michael Mokoena mendominasi. Petinju yang kali kedua menjadi juara dunia versi IBO di tahun 2012 dan 2013 tersebut akhirnya menyudahi perlawanan Mokoena. Petinju yang masuk top 50 Boxer Dunia divisi Ringan Super itu menjadi satu-satunya petinju Indonesia yang menyabet tiga gelar berbeda. Yakni, kelas bulu, ringan, dan ringan super versi IBA dan WBO. (dan) Editor : Ari Aprianz