"Ini betul hak preogratif Bupati Kayong Utara tapi kalau dilihat nama - nama yang dilantik, ada beberapa pejabat yang masih bermsalah hukum. Itu seharusnya menjadi evaluasi Bupati menempatkan pejabat tersebut di bidang yang strategis," cetusnya, Kamis (20/5).
Namun demikian, Ia turut mendoakan para pejabat yang dilantik, agar dapat menjalankan tugas dengan penuh amanah.
Karena, diakui Sarnawi kondisi Kayong Utara sangat lamban pembangunannya, hal tersebut dilihat dari masih banyak jalan - jalan yang rusak, dan lemahnya daya beli masyarakat ditengah pandemi. Sehingga pejabat yang dilantik ini diharapkan dapat membangun Kayong Utara dengan terobosan - terobosan disegala sektor.
"Kita doakan pejabat yang dilantik dapat membuat perubahan Kayong Utara lebih baik kedepannya. Karena kita lihat kondisi kayong saat ini sangat lamban kemajuannya, contohnya insfrastruktur jalan masih banyak yang rusak, dan air bersih yang dibutuhakn masyarakat kayong Utara. Dilihat APBD kayong Utara yang kecil sangat sulit rasanya membangun Kayong Utara dengan waktu singkat, pejabat - pejabat di OPD inilah yang kita harapkan proaktif melakukan koordinasi dan mendatangkan dana dari luar untuk membangun Kayong Utara," katanya.
Sementara itu, sebanyak 96 pejabat administrator dan pengawasan di lingkungan pemerintah Kabupaten Kayong Utara telah dilantik dan diambil sumpah janji di Aula Istana Rakyat pada Kamis (20/5)
Pada pelantikan tersebut tampak tidak hadir Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, bahkan seluruh Ketua Fraksi DRPD Kayong Utara yang diundang tak satupun hadir pada acara tersebut.
Ketua DPRD Kayong Utara Sarnawi mengakui dirinya sedang ada kegiatan diluar. Sehingga tidak bisa menghadiri pelantikan. "Saya lagi ada kegiatan diluar makanya tidak bisa hadir,"sebutnya (dan) Editor : admin2