Jalan lintas timur Kabupaten Kapuas Hulu itu merupakan jalan Paralel Perbatasan dari Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat menuju Batas Kaltim. Abrasi yang diakibatkan arus sungai Kapuas di lokasi tesebut sudah hampir menyentuh badan jalan.
Berdasarkan pantauan lapangan, meski sudah dibangun barau, namun tebing di sekitaran jalan masih terus terjadi abrasi. Hal tersebut berpotensi membuat jalan terputus dan membahayakan para pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.
Rusli Kulya, Camat Putussibau Selatan menyampaikan, terkait dengan barau atau penahan tebing di samping badan Jalan Paralel Perbatasan di wilayah Desa Ingko Tambe tersebut pembangunannya baru saja selesai di tahun 2021 lalu.
“Untuk abrasi yang di arah Ingko Tambe, itu sudah dibangun Barau tahun 2021, sudah selesai,” katanya belum lama ini.
Rusli mengatakan, rencananya jalur sungai Kapuas di lokasi Ingko Tambe tersebut mau dialihkan. Sehingga air sungai tidak lagi menghantam badan jalan. “Ini yang disampaikan oleh OPD terkait di Provinsi Kalbar,” ucapnya.
Menurut Rusli, jalur pada titik abrasi tersebut lebih baik dipindahkan agar tidak di dekat sungai Kapuas. Walau dibangun barau, akan berisiko abrasi di beberapa wilayah.
“Kita berharap agar ada penanganan yang tepat agar jalan tersebut bisa digunakan dengan baik oleh masyarakat,” harap Rusli. (dRe) Editor : Misbahul Munir S