“Dalam kondisi rawan bencana Karhutla kita mensiagakan petugas pemadam kebakaran, dan siap turun ke lokasi apabila ada bencana kebakaran di lapangan,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Noorhabib, melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kayong Utara, Parsono, kepada Pontianak Post, Rabu (2/3).
Dalam hal ini, lanjut dia menjelaskan jika terjadinya kebakaran tentu ada laporan dari Kepala Desa (Kades) setempat maupun masyarakat.
“Biasanya kita terima laporan kebakaran dari para kepala desa atau masyarakat langsung,” lanjut dia.
Mengenai Karhutla ia menambahkan, sempat terjadi di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir. Namun lanjut dia, api berhasil dipadamkan walau lokasi kejadian merupakan lahan gambut.
“Untuk kejadian bencana Karhutla hari ini, berdasarkan data laporan belum ada kejadian bencana kebakaran lahan. Namun di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir kejadiannya sore pada hari Selasa tanggal 1 maret 2022, pada pukul 16.30 wib kemarin, api berhasil dipadamkan,” tambah dia.
Sementara, dalam melakukan pemadaman dilakukan sejumlah warga. Karena sambung dia, saat mengetahui kejadian tersebut, dan petugas akan turun ke lokasi ternyata api telah berhasil dipadamkan.
“Api berhasil dipadamkan oleh warga, BPBD dan Manggala Agni setelah menerima laporan mau meluncur ke lapangan, tapi ternyata api sudah bisa dipadamkan warga,” ungkapnya. (dan) Editor : Syahriani Siregar