Sedangkan kelapa genjah sudah dapat berbuah pada usia tanam 3-4 tahun, pada umumnya memiliki batang pendek sekitar 12 meter, ukuran buah kecil maksimal 1,5 kg/butir namun jumlah buah per pohon per tahun dapat mencapai 140 buah.
Sementara, di Kabupaten Kayong Utara, satu-satunya penangkar atau produsen benih kelapa genjah salak adalah seorang petani bernama Dedi Fajarai alias A Liong. Ayah satu anak ini memulai usaha pembibitan kelapa genjah salak sejak tahun 2008 lalu di tanah seluas 2,5 Ha miliknya di Dusun Ampera Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.
A Liong awalnya membeli bibit kelapa genjah salak dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar yang mana saat itu sedang mengadakan program pembagian benih kelapa genjah ke beberapa kabupaten di Kalimantan Barat. Di kemudian hari diketahui ternyata bibit yang dibagi-bagikan tersebut tidak berhasil tumbuh kecuali bibit kelapa genjah yang dibeli A Liong.
“Saya biasa panen kelapa genjah salak ini setiap dua bulan sekali, dengan omset di atas 10 juta/ 2-3 bulan. Kelapa genjah milik saya daging buahnya tebal, lembut, dan airnya manis. Pembeli buah kelapa saya kebanyakan orang-orang dari perusahaan Malaysia PT. Cargiel. Biasanya mereka membeli setiap dua minggu sekali. Selain dari kebun kelapa ini, saya juga memiliki kebun karet seluas 10 Ha tak jauh dari rumah saya,” ujar A Liong.
A Liong melakukan penanaman dengan jarak tanam 7,25 x 7,25. Dari mulai menanam hingga berbuahnya kelapa genjah salak ini membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Saat ini A Liong melakukan penambahan lahan sebanyak 600 pohon. Pembelian bibit ditambah dengan pembelian buah kelapa muda untuk dikonsumsi sebagai minuman. Penjualan bibit dipromosikan melalui channel youtube Agro Tani Ketapang. Permintaan bibit cukup tinggi baik lokal area Kalbar juga area di luar Kalbar.
“Bagi masyarakat atau petani pekebun khususnya di Kayong Utara, mari manfaatkan lahan dengan menanam kelapa genjah salak ini karena prospeknya yang bagus,” ajak A Liong. (dan) Editor : Misbahul Munir S