Kopi Kalimantan Barat mencoba mengadu nasib bersaing dengan kopi-kopi hebat lainnya di Indonesia, dalam event Jogja Coffee Week #2 (JCW) yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), 2-6 September. Hasilnya sangat signifikan. Hal tersebut, terlihat selama dua hari sebanyak 200 bungkus produk kopi telah laku terjual.
“Baru hari kedua kami sudah berhasil menjual lebih dari 200 bungkus produk kopi, dan yang terbanyak adalah kopi Liberika Kayong Utara dan Robusta Beringin Rayo Ketapang. Dalam kegiatan ini kami Kojal Coffee Plantation bekerjasama dengan WWF Indonesia memamerkan kopi dari daerah binaan atau pendampingan, antara lain Liberika dan Robusta Kayong Utara, Robusta Ketapang, dan Robusta Sintang,” terangnya. Founder Kojal Coffee Plantation, Gusti Iwan Darmawan, S. Hut, Minggu (4/9).
Selanjutnya Iwan menceritakan, dalam pemeran kopi digelar di JEC tersebut, sejumlah pengunjung ada yang bertanya, lantaran terdapat pengunjung menilai di Kalimantan Barat tidak ada kebun kopi. Padahal, menurut Iwan, sebaran kopi di Kalbar saat ini cukup banyak. Namun belum lebih dikenal oleh masyarakat luas. Diantaranya kopi asal Kabupaten Kayong Utara ini.
“Kondisi saat ini masih memprihatinkan bagi kami. Karena hasil wawancara dengan pengunjung masih banyak yang heran ternyata Kalimantan Barat ada kopi ya? Itulah yang dilontarkan pertanyaan kepada kami. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan berbagai pihak khususnya pemerintah provinsi dan masing-masing Kabupaten di Kalimantan Barat,” jelasnya.
“Karena itu Kojal Coffee Plantation kali ini, mengampanyekan infografis peta kopi Kalimantan Barat yang telah kami dampingi bekerjasama dengan WWF Indonesia, maupun yang kami ketahui melalui rekanan NGO (Non Government Organization) dan Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) DPD Kalimantan Barat yang diketuai oleh saya sendiri ( Gusti Iwan Darmawan, S. Hut. Red),” jelas Iwan.
Pada kegiatan tersebut, turut mengikutsertakan kopi jenis Robusta asal Desa Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir, selain jenis kopi liberika asal Desa Podorukun, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara.
“Dalam event Jogja Coffee Week #2 ini kami juga mengikutsertakan kopi Robusta Desa Penjalaan Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara dan Robusta Desa Beringin Rayo, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang dalam Indonesia Coffee Showcase. Meskipun nilainya belum memuaskan namun ini dapat menjadi momentum langkah awal untuk kegiatan pendampingan dan peningkatan mutu kopi, baik liberika maupun robusta di Kalimantan Barat,” terang Iwan.
Satu diantara pengunjung Jogja Coffee Week #2 (JCW) di Jogja Expo Center, Johari Adi Wibowo bertugas di Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak 1 Oktober 2021, ternyata disela-sela kesibukannya menyempatkan diri menyambangi booth Kopi Kalimantan Barat. Diantaranya terdapat kopi liberica maupun robusta asal Kabupaten Kayong Utara.
Menurut dia, even ini tentu mengobati kerinduan akan kampung halaman. Sebab, sebelum bertugas di DIY saat ini, Johari merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) pernah bertugas di Kabupaten Kayong Utara.
“Kalau saya pribadi sih, tentu harapannya kepada petani kopi di Kayong Utara khususnya sebagai kampung halaman. Tetap semangat dalam memproduksi kopi yang berkualitas dengan cara yang profesional. Sehingga kopi liberika Kayong Utara sendiri semakin dikenal, dan nyaman diseruput oleh seluruh warga Indonesia bahkan Internasional, yang juga turut serta akan mengharumkan nama Kayong Utara. Sedangkan saya sendiri mencoba membawa nama Kabupaten Kayong Utara dimanapun bertugas, diantaranya saat bertugas di Pemda DIY,” jelas dia. (dan) Editor : Syahriani Siregar