Effendi Ahmad mengatakan saat ini Kopi asal Kabupaten Kayong Utara sudah dikenal masyarakat luas, bahkan sampai tingkat Internasional. Bupati Kayong Utara juga telah bertolak untuk mempromosikan kopi ke Turki hari ini. “Iwan Kojal (Kopi Jalanan) bersama Pak Bupati saat ini sedang dalam perjalanan menuju Turki. Besok orang Turki akan minum Kopi Kayong Utara. Kita doakan lidah orang kopi cocok dengan kopi Kayong Utara,” terang Effendi Ahmad.
Untuk itu Ia berharap dengan keberangkatan Bupati Kayong Utara ke Turki dapat membawa perubahan ekonomi bagi masyarakat petani kopi di Kayong Utara dan hasil pertanian biji kopi Kayong Utara bisa ekspor ke luar negeri. “Kita berharap bisa ekspor ke Turki dan saya berharap kayong utara menjadi produsen kopi terbesar di Kalimantan Barat. Sehingga kopi ini memberikan dampak besar bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), M Ari Wibawanto mengatakan, kopi yang ada Desa Gunung Sembilan ini berjenis kopi robusta. Keunikan dari biji kopi yang ada di Gunung Sembilan ini ialah dipengaruhi dengan tumbuhan yang berada disekitar pohon kopi tersebut. Karena saat ini dibeberapa lokasi Gunung Sembilan banyak di tumbuhi pohon - pohon durian dan hasil perkebunan lainnya, sehingga akan memberikan dampak rasa dari kopi tersebut.
Selain itu Ia berharap kedepan pasar yang ada ini dapat membuka pasar lebih besar terhadap hasil kopi masyarakat yang ada di kabupaten Kayong Utara. “Kopi robusta sudah ada pasarnya, namun pasarnya masih disekitar sini, sehingga ini kita coba dorong keluar. kita sudah membawa beberapa sampel kopi ke Turki, kita harapkan ini menjadi momentum bagi kita. kedepan kalau ada tamu luar ini akan menjadi hidangan atau oleh - oleh, “terangnya.(dan) Editor : Misbahul Munir S