"Kejadian nahas ini berlangsung begitu cepat, saat kami menerima laporan tenggelamnya kapal tersebut pukul 11.50 WIB kapal telah tenggelam 40 menit sebelumnya," Terang I Made Junetra.
I Made Junetra melanjutkan kapal membawa muatan sembako serta anak buah kapal (ABK) dari Pontianak tujuan Ketapang.
"Kapal nahas ini bertolak dari Kota Pontianak dengan tujuan Kab. Ketapang dengan membawa barang-barang sembako serta terdapat enam kru kapal," sambungnya.
Menurutnya sebelum tenggelam kapal mengalami kebocoran terlebih dahulu. Selain itu pada saat kejadian kondisi angin kencang.
"Sebelum tenggelam kapal sempat mengalami kebocoran, gelombang serta angin yang kurang bersahabat pada saat itu menambah buruk kondisi kapal, hingga akhirnya tenggelam," tambah dia.
Dia memastikan seluruh ABK yang ada selamat dan berhasil dievakuasi tim SAR gabungan
"Setelah menerima laporan tersebut kami (tim SAR gabungan) langsung menuju lokasi tenggelamnya kapal dan berhasil melakukan evakuasi terhadap seluruh ABK (anak buah kapal). Seluruh kru dibawa menuju Pelabuhan Sukabangun Ketapang untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan," tutup I Made Junetra.
Untuk diketahui, sejumlah pihak yang terlibat dalam evaluasi korban terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Ketapang, Polair Teluk Melano, Owner KLM. Tirta Sejati III, TNI AL Ketapang, KKP Ketapang.
Sementara data korban yang diketahui diantaranya: Hendri (laki-laki, 36 tahun) ABK asal sungai duri, Mempawah, Ari (laki-laki 30 tahun) ABK asal Medan, Adri (laki-laki 32 tahun) Kapten Kapal asal Tanjung Balai, Arifin (laki-laki 27 tahun) ABK asal Tanjung Balai, Udin (laki-laki 34 tahun) ABK asal Pontianak, dan Usup (laki-laki 40 tahun) ABK asal Pontianak, (dan) Editor : Yulfi Asmadi