PENJABAT Bupati Romi Wijaya menjadi pemateri dalam diskusi panel Himakatra yang bertema "Peran Mahasiswa Aktif dan Kritis Dalam Mengawal Transisi Kepemimpinan di Daerah demi Terwujudnya Indonesia Emas Tahun 2045", di Pontianak, Rabu (6/12).
Dikatakan Romi, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara memiliki tanggung jawab dalam menjalankan program Strategi Nasional, termasuk menurunkan angka Stunting, mengurangi kemiskinan ekstrem, mengendalikan inflasi, dan mendorong prestasi.
Melalui sinergi dengan pemerintah pusat, Pemda harus melaksanakan program pembangunan yang mencakup SDM, ekonomi, infrastruktur, pemerintahan, dan lingkungan. Reformasi birokrasi menjadi langkah krusial dalam mewujudkan hal ini.
"Pada konteks percepatan dan penguatan manajemen pemerintahan di lingkungan Pemda KKU, Romi Wijaya menyampaikan perlunya dukungan terhadap agenda pemerintah dalam hal proses tiga transformasi, yaitu transformasi struktural, transformasi kultural, dan transformasi digital,"katanya.
Selanjutnya, Romi Wijaya mengusulkan gagasan atau konsep inovasi yang diberi nama “ROMI”(Revitalisasi dan Optimalisasi Manajemen Pemerintah Daerah yang Terintegrasi) sebagai pendekatan yang melibatkan semua tahapan manajemen pemerintahan di daerah sesuai kewenangan yang ada.
Romi Wijaya menyampaikan pesan penting kepada mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan momen kuliah, mengingatkan agar tidak hanya mengikuti arus, dan menyampaikan pertanyaan.
"Setelah selesai, bingung akan menjadi apa? Melalui interaksi yang aktif dan terlibat, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk bersaing dalam perjalanan hidup yang akan datang," pungkasnya. (Prokopim)
Editor : A'an