UNTUK pembangunan Kayong Utara ke depan, Penjabat (Pj) Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menawarkan sebuah konsep gagasan dimana memerlukan revitalisasi dan optimalisasi terkait aspek-aspek manajemen di pemerintahan dan harus terintegrasi. “Brandingnya saya singkat aja Romi,” selorohnya.
Proses realisasi gagasan ini menurutnya, harus ada tiga transformasi besar yang harus dilakukan.
Pertama transformasi spiritual, yang kedua transformasi kultural, dan yang ketiga transformasi digital.
Ketiga transformasi sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tengah menggiatkan tiga transformasi ini.
“Kalau ini mampu kita jalankan, saya yakin ada perubahan yang signifikan terhadap kemajuan birokrasi dan pemerintahan kita. Sehingga birokrasi naik kelas dan itu bukan lagi mimpi,” tutur Romi.
Dikatakan dia, untuk penganggaran tahun 2024, prioritas pada pemenuhan belanja dasar, pendidikan, dan kesehatan.
Komitmennya untuk mendukung program nasional seperti penanganan stunting, kemiskinan ekstrim, pengendalian inflasi, dan penyelenggaraan pemilu.
Sementara, untuk membangun Kayong Utara, pemerintah daerah diakui Romi tidak boleh mengabaikan aspirasi dan harapan stakeholder lain.
“Untuk merealisasikan bahwa Kayong Utara milik bersama, kita harus menghilangkan sekat dan batas komunikasi.
Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kita diskusi, guna kemajuan daerah kita,” kata dia. (dan)
Editor : A'an