PENJABAT (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harrison mengakui infrastruktur jalan memiliki korelasi siginifkan pengendalian inflasi di daerah.
Untuk itu, ia berkomitmen akan melanjutkan pembangunan jalan provinsi di Kayong Utara terutama jalan Sukadana – Teluk Batang.
"Jadi, distiribusi logistik dipengaruhi oleh kondisi jalan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi akan melanjutkan pembangunan Sukadana dan Teluk Batang karena masih ada beberapa ruas jalan yang belum selesai," kata Harrison usai memimpin rapat dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Pendopo Bupati Kayong Utara, Senin (15/1).
Ia berharap agar Kabupaten Kayong Utara tidak seperti Kota Pontianak, Singkawang dan Sintang yang saat ini masih tertinggi inflasinya di Kalimantan Barat.
"Kayong Utara jangan tinggi seperti itu, saat ini sudah termasuk baik pengendalian inflasinya," kata dia
Dalam kesempatan itu, mantan Sekda Provinsi Kalbar itu juga mendorong percepatan digitalisasi dalam pengelolan keuangan daerah, agar indeks elektronifikasi negeri bertuah tersebut dapat meningkat.
"Dengan menggandeng Bank Indonesia, kita akan melakukan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah utuk digitalisasi ini, terutama yang kita sasar pembayaran pajak dan retribusi, perizinan itu seharusnya sudah digitalisasi," tambahnya.
Ia juga mendorong agar transaksi di pusat perekonomian seperti di pasar sudah menyediakan transaksi nontunai, agar digitalisasi di Kayong Utara cepat meningkat.
"Kita juga mendorong usaha mikro pedagang di pasar sudah menggunakan qris jadi nanti indeks elektronifikasi pemda akan meningkat," terangnya. (dan)
Editor : A'an