Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Kayong Utara Antisipasi Kenaikan Inflasi Daerah

A'an • Selasa, 23 Januari 2024 | 16:36 WIB

 

MENDENGAR MASUKAN: Penjabat Bupati Kayong Utara Romii Wijaya saat mendengar sejumlah masukan, ketika memimpin Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Kayong Utara, Jumat (19/1) .
MENDENGAR MASUKAN: Penjabat Bupati Kayong Utara Romii Wijaya saat mendengar sejumlah masukan, ketika memimpin Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Kayong Utara, Jumat (19/1) .

SUKADANA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara bersiap-siap menghadapi kenaikan inflasi daerah.

Untuk persiapan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, sampai memimpin rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Kayong Utara, demi membahas rencana aksi pengendalian inflasi daerah di Ruang Rapat Bupati Kayong Utara, Jumat (19/1).

“Inflasi merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian daerah. Perlu dilakukan upaya-upaya pengendalian inflasi agar tidak berdampak negatif pada kesejahteraan masyarakat khususnya daya beli Masyarakat,” kata Romi.

Dijelaskan Pj. Bupati bahwa inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus, dalam jangka waktu tertentu.

Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja, menurut dia, tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya. Dia juga menjelaskan bahwa kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

“Kenaikan harga beberapa komoditas pangan menjadi salah satu perhatian utama dalam pengendalian inflasi daerah.

Saya meminta TPID KKU (Kayong Utara) untuk mewaspadai kenaikan harga komoditas-komoditas tersebut.

Terutama komoditas yang memiliki bobot tinggi dalam perhitungan inflasi daerah,” pinta Romi.

Rapat tersebut fokus membahas perkembangan harga yang terjadi di Kayong Utara sepanjang 2 – 18 Januari, di mana terjadi fluktuasi harga ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai, dan ikan.

“Penting kita memahami penyebab fluktuasi harga, apakah dari sisi suplai maupun dari sisi demand?” kata dia

Oleh karena itu, menurutnya, perlu penerapan strategi keterjangkuan harga, ketersediaan pasokan, jalur distribusi, dan komunikasi efektif.

Dari rapat tersebut juga dibahas secara mendalam penyebab kenaikan harga, antara lain kenaikan harga komoditas ikan yang dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Kayong Utara, menurutnya, perlu melakukan transformasi dari budaya menangkap ikan menjadi budaya budi daya ikan dan budaya makan ikan untuk jangka panjang.

“Saya menekankan pentingnya intervensi pemerintah dalam mengendalikan inflasi. TPID segera menyiapkan strategi pengendalian inflasi. Seperti operasi pasar, gelar pangan murah, berdiskusi secara berkala, pantau perkembangan harga, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tegas Romi.

Pj. Bupati menjelaskan beberapa poin penting hasil rapat TPID Kabupaten Kayong Utara.

Ia berharap dengan langkah-langkah yang diambil itu, inflasi daerah di Kabupaten Kayong Utara dapat dikendalikan dan daya beli masyarakat dapat terjaga. (Prokopim Setda KKU)

Editor : A'an
#kayong utara #tpid #inflasi daerah #pemkab