SUKADANA — Pasar Rakyat di Jalan Batu Daya II, Sukadana, masih sepi pembeli. Hal tersebut dikeluhkan salah satu pedagang, David.
Diakui David, dengan gedung pasar yang besar dan luasnya halaman parkir yang disiapkan, seharusnya lebih memudahkan masyarakat untuk datang dan bertransaksi di sana, namun faktanya masih sepi.
"Untuk masalah fasilitas sudah bagus. Parkir yang luas tidak mengganggu lalu lintas, kalau masalah pembeli masih kurang (sepi pembeli)," tutur David.
Selain itu, pedagang ikan yang tidak ada di Pasar Rakyat juga berdampak kepada pembeli, karena sebagian besar pembeli akan mencari ikan.
"Karena rata-rata pembeli tanya ikan, soalnya memang, seandainya Pasar Rakyat ada penjual ikan bisa kemungkinan pasar bisa ramai konsumen," ungkap David yang sehari-hari berjualan sayur di Pasar Rakyat.
Selain itu, enggannya pedagang ikan berjualan di Pasar Rakyat disebabkan banyak penjual ikan yang berdagang diluar lokasi Pasar Rakyat. "Kenapa pedagang ikan tak mau masuk, karna pembeli masih kocar kacir," tambahnya.
Ia berharap, para pedagang yang masih berjualan di luar lokasi Pasar Rakyat dapat pindah semua ke Pasar Rakyat, sehingga pembeli dapat fokus di satu tempat yang sudah disediakan pemerintah.
"Harapannya, agar pembeli jadi satu (kumpul) ke Pasar Rakyat pasti ramai pembeli. Dimohon juga penertiban dari Pemerintah Kayong Utara untuk mewujudkan pasar induk biar cepat ramai," harapnya.
Pelaksanatugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop), dan UMKM Kabupaten Kayong Utara, Azahari Asnan, mengakui bahwa sejak berdirinya Pasar Rakyat, geliat pasar belum tampak hidup.
Hal tersebut, menurutnya, disebabkan beberapa pasar masih aktif beroprasi, sehingga pembeli belum dapat difokuskan ke lokasi Pasar Rakyat yang dibangun pemerintah saat ini.
Selain itu diakui Azahari, memasuki tahun Pemilu saat ini, pihaknya lebih melakukan pendekatan perduasif, sehingga pedagang dapat pindah dengan kesadaran sendiri.
Bahkan beberapa program pasar murah mereka gulir, hingga pembagian doorprize kepada pembeli sudah sering dilakukan di Pasar Rakyat, agar masyarakat dapat berbelanja di Pasar Rakyat.
"Ini pasar (Pasar Rakyat) memang sudah dibangun 3 tahun lalu. Sekarang kami berupaya untuk menghidupkannya, dengan pertimbangan karena ini memasuki tahun pemilu kita tidak bisa bersikap referensif, tapi lebih kepada persuasif, pendekatan.
Membuat masyarakat merasa nyaman di pasar rakyat ini. Apa yang mereka perlukan pelan pelan kita penuhi sesuai kemampuan anggaran juga," ungkap Azahari.
Saat ini, pihaknya lebih melakukan pendekatan secara kekeluargaan kepada para pedagang dan melakukan kerja sama dengan pihak Satpol PP, untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada para pedagang di luar Pasar Rakyat, agar dapat pindah secara sukarela.
"Kami melakukan pendekatan. Bekerja sama juga dengan pihak Satpol PP sebagai penegak Perda.
Namun kita memang lebih kepada pendekatan kekeluargaan, pendekatan yang sifatnya humanis, sehingga pedagang di Simpang empat maupun Gemuruh mau pindah ke pasar rakyat," katanya. (dan)
Editor : A'an