Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Warga Kayong Utara Apresiasi Investasi PT Dharma Inti Bersama, Siap Dongkrak PAD

Danang Prasetyo • Jumat, 11 April 2025 | 15:32 WIB
INVESTASI: Pembangunan pabrik PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.
INVESTASI: Pembangunan pabrik PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.

PONTIANAK POST – Kehadiran investasi PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara, mendapatkan apresiasi dari sejumlah warga. Salah satunya datang dari Reza, warga asli Kayong Utara, yang menyambut positif masuknya perusahaan yang berada di bawah naungan Harita Group tersebut.

Menurut Reza, kehadiran PT DIB membuka peluang besar bagi masyarakat lokal, baik dari sisi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dalam hal penyerapan tenaga kerja.

“Saya sebagai putra daerah sangat terbantu dengan adanya PT DIB. Saya bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya, dan gajinya pun layak. Ini jauh lebih baik dibanding harus mencari kerja ke Sukadana,” ungkap Reza, Selasa (8/4).

Ia juga menilai perusahaan telah berupaya memprioritaskan warga lokal dalam proses perekrutan tenaga kerja, khususnya dari wilayah-wilayah sekitar lokasi proyek smelter.

“Sebagian besar pekerja di sini memang berasal dari Kayong Utara, terutama dari pulau-pulau sekitar Penebang. Kalau pun ada pekerja dari luar, itu biasanya dari subkontraktor yang hanya bekerja sementara selama masa pembangunan,” jelasnya.

Namun apresiasi dari warga ini berbeda dengan pandangan Komisi II DPRD Kayong Utara. Anggota Komisi II, Alias, sebelumnya menyampaikan kekecewaannya terhadap rendahnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek strategis nasional tersebut.

Menurut data yang diterima Alias, hanya sekitar 40 persen dari total pekerja yang berasal dari Kayong Utara. Sementara warga dari Kecamatan Pulau Maya dan Kepulauan Karimata, yang merupakan lokasi langsung proyek, hanya terlibat sekitar 15 persen.

“Ini sangat kami sayangkan. Proyek sebesar ini seharusnya menjadi ladang pekerjaan bagi masyarakat lokal, terutama untuk posisi non-skill. Tapi kenyataannya, justru banyak pekerja dari luar daerah,” ujar Alias.

Polemik ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara sebagian masyarakat dan DPRD terkait dampak langsung dari investasi PT DIB terhadap masyarakat lokal. (dan)

Editor : Hanif
#pulau penebang #PAD #DIB #apresiasi #harita group