PONTIANAK POST - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispangan) Kabupaten Kayong Utara Maluru mengungkapkan, terjadinya alih fungsi lahan di Kayong Utara menjadi perhatian bersama, termaksud masyarakat. Untuk itu ia berpesan kepada masyarakat yang masih konsisten dalam menaman padi agar mampu dalam meningkatkan kualitasnya.
"Alih fungsi lahan yang saat ini lebih marak. Diharapakan kepada petani masyarakat agar dapat konsisten dengan lahan-lahan yang mereka miliki dapat dimaksimalkan dengan optimalisasi. Diantaranya dengan memperhatikan salurannya irigasinya, pintu airnya, pemupukannya termaksud dengan penanaman dengan benih-benih terbaik agar dapat meningkatkan produksi pertanian itu sendiri," terang Maluru, belum lama ini.
Sebab lanjut dia, petani mampu meningkatkan kualitas hasil pertaniannya mampu meningkatkan produksi, dan terhindar dari alihfungsi lahan. "Dengan meningkatkan produksi, ada pendapatan lebih dari petani, sehingga tidak ada lagi alih fungsi lahan," terangnya.
Apa lagi saat ini, lanjut dia, pemerintah pusat sangat mendukung pertanian bagi masyarakat, diantaranya membuat brigade pangan, dibentuk dari petani-petani milinenal dan menyerahkan bantuan kepada mereka.
"Pemerintah pusat meluncurkan program swasembada pangan dan direspon oleh pemerintah daerah dengan menggerakkan brigade pangan petani milinenal dan akan memberikan dukungan secara penuh agar pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia saat ini bisa digunakan kembali dan dapat memberikan nilai tambah yang besar bagi petani. Pemerintah pusat cukup konsisten dengan membentuk brigade pangan yang ada di wilayah di Indonesia termasuk Kayong Utara," ulasnya.
Menurut dia, dukungan diberikan oleh pemerintah kepada petani bahkan semata-mata bantuan. Diantaranya kepada delapan brigade pangan yang ada memberikan mesin panen padi Combine.
"Dukungannya bukan semata-mata, namun juga dukungan peralatan. Salah satunya di KKU ada delapan brigade pangan yang dibentuk anggotanya petani milinenal. Peralatan pertanian yang diberikan kepada kelompok brigade pangan salah satu yang sudah diterima kembali disampaikan kepada kita mesin panen padi Combine, yang saat ini sudah tiga unit dan sudah disebarkan ke kelompok brigade pangan," papar Maluru.
Dengan adanya mesin Combine ini, dari sisi waktu, tenaga kerja, akan terjadi efisinesi. "Dengan efisinesi yang didapatkan, kita berharap akan memberikan pendapatan yang lebih dari petani itu sendiri dan pengelolaannya," tutupnya. (dan)
Editor : Hanif