Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Hadiri Rakor Program Nasional, Pengembangan Tanaman Jagung Jadi Tantangan

Danang Prasetyo • Sabtu, 17 Mei 2025 | 14:15 WIB
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Program Ketahanan Pangan dan Kesiapan Panen Raya Jagung Nasional.
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Program Ketahanan Pangan dan Kesiapan Panen Raya Jagung Nasional.

PONTIANAK POST - Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Program Ketahanan Pangan dan Kesiapan Panen Raya Jagung Nasional, yang berlangsung di Ruang Graha Khatulistiwa, Mapolda Kalbar, Pontianak, Kamis (15/5). Acara ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan turut dihadiri Kapolda Kalbar serta seluruh Bupati/Wali kota se-Kalimantan Barat.

Rakor ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak terkait, termasuk Polri, Kementan, BUMN pangan dan pemerintah daerah dalam mendukung program tersebut.

Dalam sesi dialog, Bupati Romi Wijaya menjelaskan kondisi aktual pengembangan tanaman jagung di Kabupaten Kayong Utara. Ia menyebutkan bahwa saat ini total lahan yang telah ditanami jagung seluas 15,5 hektare, terdiri dari 7,5 hektare secara monokultur dan 8 hektare dengan sistem tumpang sari.

"Kami sudah berdiskusi dengan Bapak Kapolres Kayong Utara. Rencana ke depan memang akan ada penambahan lahan, walaupun relatif tidak signifikan, yakni sekitar 7 hektare. Asumsinya, setiap kecamatan akan menambah 1 hektare, sehingga target luas tanam kita menjadi 22 hektare," ujar Bupati Romi.

Namun demikian, Bupati Romi menyampaikan bahwa pengembangan jagung di Kayong Utara menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, berbagai program budidaya jagung yang pernah digagas pemerintah tidak berhasil optimal, karena masyarakat setempat lebih familiar dengan tanaman padi.

"Jagung tidak terlalu populer di Kayong Utara. Selain faktor budaya bertani masyarakat, keterbatasan lahan juga menjadi kendala. Ekspansi perkebunan kelapa sawit, baik mandiri maupun perusahaan, telah menyempitkan lahan pertanian kami," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa karakteristik lahan di Kayong Utara kurang mendukung untuk budidaya jagung. Sebagian besar wilayah terdiri atas kawasan lindung, lahan gambut, mangrove, dan area yang sering tergenang.

"Dengan kondisi tersebut, kami mohon pengertian apabila kontribusi Kayong Utara terhadap pengembangan komoditas jagung secara nasional tidak bisa maksimal," tutup Bupati Romi. (dan)

Editor : Miftahul Khair
#kayong utara #panen raya jagung nasional #ketahanan pangan