PONTIANAK POST - Manajemen RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Sukadana menyampaikan klarifikasi resmi menanggapi pemberitaan yang beredar di media daring terkait meninggalnya seorang bayi usai dilahirkan di rumah sakit tersebut. Direktur RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I, Kasianus, S.Tr.Kep, menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga pasien atas wafatnya bayi itu.
"Manajemen rumah sakit turut berbelasungkawa atas musibah ini. Kami memahami duka keluarga dan menyampaikan empati yang sebesar-besarnya,"ujarnya.
Kasianus menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bayi tersebut mengalami hiperbilirubinemia atau kadar bilirubin yang melebihi batas normal, disertai peningkatan sel darah putih (leukosit) yang menandakan adanya infeksi berat. Kondisi itu menyebabkan gangguan serius pada fungsi organ vital bayi.
"Tim medis telah melakukan berbagai upaya sesuai standar penanganan medis, termasuk observasi intensif, fototerapi, serta perawatan suportif," jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh tindakan medis dilakukan sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) dan kode etik profesi.
Terkait munculnya ketidakpuasan dari pihak keluarga, Kasianus menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses komunikasi terdapat hal-hal yang kurang tersampaikan dengan baik.
"Kami akan memperkuat sistem komunikasi antara petugas medis dan keluarga pasien agar setiap informasi dapat diterima dengan jelas dan terbuka," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak rumah sakit juga akan melakukan evaluasi internal dan audit pelayanan untuk memastikan mutu pelayanan medis terus meningkat serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (dan)
Editor : Hanif