Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kayong Utara Resmikan Senggayong sebagai Maskot MTQ untuk Angkat Nilai Sejarah dan Kearifan Tradisional

Danang Prasetyo • Senin, 17 November 2025 | 16:22 WIB
Maskot MTQ Kalbar 2026, Senggayong
Maskot MTQ Kalbar 2026, Senggayong

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara resmi meluncurkan maskot Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026. Maskot bernama “Senggayong” itu diperkenalkan dalam acara yang digelar di Pendopo Bupati Kayong Utara.

Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mengatakan peluncuran maskot tersebut menjadi simbol keseriusan daerahnya sebagai tuan rumah MTQ ke-34, sekaligus momentum memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal yang sarat nilai sejarah dan kearifan.

“Senggayong diperkenalkan sebagai alat musik tradisional khas Sukadana yang terbuat dari bambu dan dimainkan oleh dua hingga tiga orang. Alat ini memiliki tiga bagian, yakni anak, induk, dan kaul. Masing-masing menghasilkan nada berbeda,” jelas Romi.

Secara historis, Senggayong dimainkan masyarakat perbukitan saat menunggu buah durian jatuh atau dalam upacara adat seperti Nyapat Taon. Irama Senggayong menjadi pengiring kegiatan tradisional, mulai dari menebas, memungut, hingga memilih buah durian, sebagai simbol harmoni manusia dengan alam.

Romi menambahkan, alat musik yang sempat terancam punah itu kini kembali hidup berkat komitmen pemerintah daerah, para pegiat seni, dan budayawan. Upaya pelestarian ini membuahkan hasil ketika Senggayong ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia pada 2019. “Melalui maskot ini, kami mengajak generasi muda mencintai dan melestarikan budaya lokal, agar Senggayong semakin dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujar Romi. (dan)

Editor : Hanif
#Senggayong Sukadana #kayong utara #budaya lokal #Mtq kalbar #warisan budaya