PONTIANAK POST - Pemerintah Daerah Kayong Utara menggelar Rapat Pleno Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Bupati, Jum'at (28/11). Rapat Pleno TPID tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kayong Utara Romi Wijaya serta turut dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten II Setda Kayong Utara, bebrapa Kepala OPD, Kepala Bulog Ketapang, BPS Kayong Utara dan SBM Rayon IV PT. Pertamina.
Pada kesempatan ini, Bupati Romi meminta TPID Kayong Utara memaparkan pelaporan inflasi di Kayong Utara tahun 2025.
Bupati Romi mengatakan bahwa pelaksanaan rapat pleno ini merupakan media penting bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kayong Utara untuk menyepakati kebijakan bersama dalam rangka mengantisipasi gejolak komoditas harga.
Bupati Romi juga mengatakan dalam mendukung pengendalian inflasi diperlukan strategi 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.
Melalui Rapat Pleno TPID Kayong Utara, Bupati Romi menuturkan bahwa ketersediaan stok barang dan BBM hingga akhir tahun 2025 dipastikan terpenuhi.
"Melihat dari data yang disampaikan oleh TPID Kayong Utara, saya optimis bahwa stok barang, BBM dan LPG hingga desember 2025 nanti dipastikan aman," tuturnya.
Berdasarkan data TPID Kayong Utara, perkembangan angka inflasi di tahun 2025 mengalami fluktuasi, namun tetap berada pada angka yang stabil. Dari bulan Januari hingga November, inflasi di Kayong Utara tercatat dalam rentang yaitu 2,41%. Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari konsistensi kebijakan yang diterapkan oleh TPID, terutama melalui penerapan strategi 4K. (dan)
Editor : Hanif