Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Kayong Utara Dorong Pendidikan Karakter Lewat Seni di Sekolah

Danang Prasetyo • Kamis, 18 Desember 2025 | 10:41 WIB
GGSMS : Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS)  di Pendopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Selasa (16/12) malam.
GGSMS : Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Pendopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Selasa (16/12) malam.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni, budaya, serta nilai kebangsaan, berlangsung di Pendopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Selasa (16/12) malam.

Kegiatan GSMS dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat. Program ini dirancang untuk memberikan ruang belajar alternatif bagi peserta didik dengan menghadirkan seniman sebagai pengajar, sehingga siswa dapat menyerap pengetahuan dan nilai-nilai budaya secara langsung dari para pelaku seni.

Dalam sambutannya, Sekda Erwin menekankan bahwa GSMS tidak hanya berorientasi pada pengembangan keterampilan seni, tetapi juga memiliki muara besar dalam pembentukan karakter dan penguatan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar.

“Muara dari kegiatan ini adalah tumbuhnya rasa cinta kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah perkembangan media sosial yang sangat bebas, kegiatan seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali nilai persatuan dan kebersamaan di kalangan generasi muda,” ujar Sekda Erwin.

Menurutnya, pendekatan pendidikan berbasis seni dan budaya menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan persatuan sejak dini.

Sekda Erwin juga menegaskan pentingnya sekolah dalam memberikan ruang bagi pengembangan bakat peserta didik. Ia menilai bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan perlu difasilitasi sesuai minat dan kemampuannya.

“Tidak semua anak harus dituntut unggul di semua mata pelajaran. Ada anak-anak yang memiliki bakat seni, menari, melukis, dan bidang kreatif lainnya. Tugas kita adalah memberi ruang agar bakat tersebut dapat berkembang. Saya pikir tidak sembarangan juga, karena tadi programnya saya lihat cuma 3 bulan. Artinya kita juga harus dari awal sudah mendidik anak-anak yang mungkin punya bakat ke arah itu, gitu kan," tutup Sekda.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara juga menyerahkan penghargaan kepada para seniman yang telah berkontribusi dalam pelestarian seni dan budaya tradisional, yang menjadi identitas dan kekayaan budaya Bumi Bertuah Kayong Utara. (dan)

Editor : Hanif
#Seni dan Budaya #kayong utara #Gerakan seniman masuk sekolah #Sukadana #pelajar berkarakter