PONTIANAK POST - Terjadinya lonjakan jumlah penumpang pada arus balik di Pelabuhan atau Dermaga Kapal Kelotok Teluk Batang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, membawa berkah terhadap aktivitas di sekitar pelabuhan. Diantaranya bagi para pedagang.
Kepadatan penumpang yang terjadi terutama pada sore hingga malam hari membuat suasana dermaga semakin ramai. Tak hanya dipadati calon penumpang kapal, kondisi ini juga dimanfaatkan para pedagang kecil yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut.
Satu diantaranya dirasakan Deny, pedagang cilok asal Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ia merantau ke Kalimantan Barat, tepatnya ke Kecamatan Teluk Batang, sejak 2009.
Awalnya, Deny berjualan es gulali, kemudian beralih ke es jeruk dan sosis. Hingga akhirnya, ia menetap dengan dagangan cilok dan sosis.
Sejak 2017, Deny secara konsisten berjualan di kawasan Pelabuhan Teluk Batang dan merasakan langsung peningkatan pembeli saat arus balik penumpang berlangsung.
"Saya merantau ke Kalbar itu tahun 2009, dan mulai jualan di kawasan pelabuhan sejak 2017. Awalnya memang tujuan merantau ke sini ya buat jualan," ujar Deny, Selasa ( 6/1).
Di kawasan pelabuhan, Deny menjajakan cilok dan sosis dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per porsi. Ia mulai berjualan sejak pukul 08.00 pagi hingga malam hari, menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan ramainya penumpang.
"Kalau jualan biasanya mulai pagi, jam 08.00 WIB sampai jam 22.00 WIB, kadang bisa sampai 23.00 WIB kalau cuaca bagus," katanya.
Menurut Deny, penghasilannya sangat bergantung pada jumlah penumpang dan kondisi cuaca. Pada hari biasa, ia mampu meraup omzet kotor sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu per hari. Namun, saat momen libur panjang seperti libur sekolah, Tahun Baru, Idul Fitri, Natal, hingga Imlek, pendapatannya meningkat cukup signifikan dibandingkan hari normal.
"Kalau libur-libur besar itu alhamdulillah naik, bisa di atas rata-rata. Pokoknya kalau ada libur sekolah atau hari besar, pelabuhan pasti ramai, pendapatan bisa lebih dari satu juta, itu kotor," ucap Deny.
Meski jumlah penumpang meningkat, Deny menyebut faktor cuaca masih menjadi kendala utama dalam berjualan. Menurutnya, hujan kerap memengaruhi minat penumpang untuk singgah membeli dagangannya.
"Kalau hujan, walaupun penumpang ramai, biasanya jualan tetap sepi, karena penumpang langsung masuk kapal dan jarang turun lagi," jelasnya.
Meski menghadapi kendala, Deny tetap bersyukur bisa bertahan berjualan di pelabuhan, keramaian arus balik di Dermaga Kapal Kelotok Teluk Batang ia manfaatkan sebagai peluang untuk mencari rezeki demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. (dan)
Editor : Hanif