Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemancing Hilang di Sungai Cabang Ruan, Diduga Jadi Korban Serangan Buaya

Danang Prasetyo • Senin, 12 Januari 2026 | 14:00 WIB
PENCARIAN: Personel Basarnas Kabupaten Kayong Utara bersama unsur TNI AL dan potensi SAR saat melakukan  pencarian.
PENCARIAN: Personel Basarnas Kabupaten Kayong Utara bersama unsur TNI AL dan potensi SAR saat melakukan pencarian.

PONTIANAK POST – Seorang warga Dusun Cabang Ruan, Desa Karang Anyar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, dilaporkan hilang saat memancing di Sungai Cabang Ruan sejak Senin (5/1). Korban bernama Nuriman (48) diduga kuat hilang akibat serangan buaya.

Komandan Pos (Danpos) SAR Kayong Utara, Akhyar, mengungkapkan bahwa laporan kehilangan tersebut baru diterima pihaknya pada Jumat (9/1) dari kepala dusun setempat. Berdasarkan keterangan saksi, korban berangkat memancing sendirian pada Senin sore sekitar pukul 16.30 WIB, namun tidak kunjung kembali ke rumah.

Lantaran korban tinggal sebatang kara, kecurigaan warga baru muncul setelah korban tidak terlihat selama tiga hari. Warga yang melakukan pencarian awal menemukan sampan serta peralatan memancing milik korban di sungai, namun Nuriman tidak ada di lokasi tersebut.

"Warga menemukan sampan dan alat pancingnya, tetapi korban tidak ditemukan. Mengingat korban tinggal sendiri, masyarakat sempat melakukan pencarian mandiri sebelum melapor kepada kami," ujar Akhyar, Sabtu (10/1).

Mengenai penyebab hilangnya korban, Akhyar menyebut ada indikasi serangan buaya. Hal ini didasari laporan warga terkait peningkatan aktivitas buaya di wilayah tersebut belakangan ini.

"Informasi dari Kepala Dusun menyebutkan sebelumnya sempat terjadi beberapa kali upaya buaya menerkam warga, namun mereka berhasil selamat. Berdasarkan kondisi di lapangan, ada kemungkinan korban diterkam buaya saat memancing," jelasnya.

Hingga saat ini, upaya pencarian terus diperluas dengan melibatkan tim gabungan. Tim SAR telah berkoordinasi dengan TNI AL, Polairud, BPBD, serta potensi SAR lainnya untuk menyisir sepanjang aliran Sungai Cabang Ruan.

"Kami terus berupaya menyisir lokasi terakhir korban terlihat. Koordinasi lintas instansi dilakukan guna mempercepat proses pencarian di area yang dianggap rawan tersebut," pungkas Akhyar. (dan)

 

Editor : Hanif
#Serangan buaya #Sar gabungan #kayong utara #pencarian korban hilang #buaya sungai #batu ampar #warga hilang