PONTIANAK POST - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat Syaiful Hartadin, menilai masih banyaknya paket pekerjaan di dinas pendidikan yang tidak rampung tepat waktu pada tahun anggaran 2025.
Sebelumnya, diketahui Dinas Pendidikan Kayong Utara melaksanakan sebanyak 111 paket pekerjaan dengan nilai anggaran sekitar Rp16 miliar pada tahun 2025. Hingga pergantian tahun, paket pekerjaan tersebut baru selesai sekitar 50 persen atau sebanyak 56 paket.
Syaiful mengatakan keterlambatan penyelesaian sejumlah paket pekerjaan dapat dimaklumi karena proses pelaksanaan proyek yang dimulai di penghujung tahun serta dipengaruhi faktor cuaca.
"Saya melihat dengan mulainya pekerjaan yang sudah memasuki ujung tahun, tentu kita memaklumi mengapa proyek-proyek di dinas pendidikan banyak yang tidak selesai tepat waktu sesuai kontrak," ujar Syaiful.
Ia menjelaskan, kontrak pekerjaan yang mepet di akhir tahun ditambah curah hujan yang cukup tinggi menjadi kendala bagi penyedia jasa dalam menyelesaikan pekerjaan.
"Prosesnya mepet, kontraknya mepet, kemudian di ujung tahun cuaca juga tidak menentu karena hujan cukup tinggi. Itu menjadi penghalang kawan-kawan kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu," jelasnya.
Meski demikian, Syaiful menegaskan penyelesaian sisa pekerjaan tetap harus mengacu pada mekanisme yang berlaku. Ia menyampaikan bahwa DPRD menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian proyek kepada ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk pemberian perpanjangan waktu dengan pengenaan denda, selama pelaksanaannya tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selanjutnya, Syaiful menekankan kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar penyelesaian secara tergesa-gesa.
"Menurut hemat saya, kualitas pekerjaan jauh lebih penting daripada mengerjakan segala sesuatu dengan terburu-buru, tetapi kualitasnya tidak baik," katanya.
Ke depan, Syaiful berharap Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dapat memperbaiki pola pelaksanaan proyek agar kegiatan tidak lagi menumpuk di akhir tahun anggaran.
"Kami berharap keluarnya proyek dan kegiatan di dinas pendidikan maupun dinas-dinas lainnya bisa dimajukan. Jangan menunggu ujung-ujung tahun baru keluar," tutupnya.
Menurutnya, jika anggaran sudah ditetapkan, maka pelaksanaan proyek sebaiknya dapat dimulai sejak awal tahun agar kualitas pekerjaan lebih terjaga dan hambatan cuaca dapat diminimalisasi. (dan)
Editor : Hanif