Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Temuan Ulat dalam Menu MBG Kayong Utara, Orang Tua Desak Pengawasan Kualitas Makanan

Danang Prasetyo • Jumat, 13 Februari 2026 | 09:09 WIB

 

ULAT: Makanan yang terkontaminasi ulat dalam Program Makan Bergizi Gratis di salah satu sekolah di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.
ULAT: Makanan yang terkontaminasi ulat dalam Program Makan Bergizi Gratis di salah satu sekolah di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

PONTIANAK POST - Kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana ke Kalimantan Barat langsung disambut dengan kejadian yang mengejutkan. Di tengah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi siswa, muncul temuan ulat pada salah satu omprengan di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Temuan ini memicu pertanyaan besar mengenai pengawasan dan kualitas makanan yang seharusnya aman dikonsumsi oleh para siswa.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (11/2), setelah salah seorang guru mengonfirmasi adanya ulat dalam lauk ayam yang disajikan pada menu hari itu. "Iya, benar, itu dari ayam. Ada ditemukan ulat," ujar sang guru yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya demi menjaga kenyamanan sekolah.

Laporan internal pihak sekolah segera menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan pengecekan terhadap sisa makanan yang telah dibagikan kepada siswa. Kejadian ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan orang tua, yang mendesak agar pengawasan terhadap kualitas bahan baku hingga distribusi makanan diperketat untuk mencegah kejadian serupa.

Ahmad Muhdor, Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kyra Catering, yang menyuplai makanan untuk program tersebut, membenarkan adanya laporan tersebut. Namun, ia mengklaim bahwa temuan ulat hanya terjadi pada satu omprengan dari total ribuan porsi yang disiapkan.

“Kami hanya diinformasikan sekitar jam 10 pagi, dan saat saya datang ke sekolah, guru-guru mengatakan tidak ada masalah. Setelah pengecekan, kami menemukan ayam di video yang berbeda dengan ayam yang kami distribusikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kalimantan Barat sendiri pada Februari 2026 ini telah mengalami sejumlah keracunan massal. Ratusan siswa di Marau, Kabupaten Ketapang mengalami keracunan massal setelah menyantap menu MBG. Puskemas Marau sendiri harus mendirikan tenda-tenda darurat demi merawat para pasien. Tak lama berselang, di Kota Singkawang, puluhan siswa MAN Model harus dirawat intensif di rumah sakit lantaran keracunan selepas memakan menu MBG. (dan)

Editor : Hanif
#Mbg #kualitas makanan #temuan ulat #pengawasan #kayong utara #Orang tua #siswa