PONTIANAK POST - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, kembali menuai sorotan. Sejumlah orangtua murid dan guru mengeluhkan menu pembagian untuk tiga hari yang disalurkan oleh Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kekecewaan itu ramai beredar di media sosial dan status WhatsApp. Beberapa unggahan menyebut:
“Menyala untuk tiga hari ke depannya, lanjut nanti kalau bisa Aqua gelas dan kurma Jak.”
“Telur MBG mentah.”
Keluhan tersebut memicu perbincangan warga. Tak sedikit yang mempertanyakan kualitas dan kelayakan menu yang diterima siswa, apalagi pembagian dilakukan sekaligus untuk jatah tiga hari.
Seorang guru di salah satu sekolah di Sukadana, yang enggan disebutkan namanya, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
“Miris sih, tidak sesuai sekali. Rapel tiga hari tapi dapatnya cuma itu. Bukan tidak bersyukur, tapi bagaimana ya,” ujarnya, Senin (23/02/2026).
Kekecewaan itu bahkan berujung pada sindiran tajam. Guru tersebut menyinggung adanya dugaan ketimpangan antara besaran anggaran program dan realitas makanan yang diterima siswa.
“Untungnya mungkin untuk beli baju lebaran kali ya,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Kayong Utara terkait standar menu, anggaran per porsi, maupun mekanisme distribusi untuk tiga hari sekaligus. (dan)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro