Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dugaan Keracunan dan Ayam Berulat di Program MBG Kayong Utara, DPRD Minta Pengawasan Dapur Diperketat

Danang Prasetyo • Selasa, 24 Februari 2026 | 13:36 WIB

H. Surya Aditya
H. Surya Aditya

PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat Surya Aditya merespon ditemukannya dugaan siswa keracunan makanan hingga adanya ayam berulat pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kayong Utara. Seperti yang terjadi di Kecamatan Simpang Hilir.

"Saya sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi. Dan hal seperti ini jangan sampai terulang kembali kepada yang mendapatkan makan bergizi gratis ini," tutur Surya , merupakan legisltor dari partai Hanura ini kepada Pontianak Post, Senin (23/2).

Dia berharap dengan adanya kejadian ini kedepan agar lebih teliti dan hati-hati untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kayong Utara dalam menyajikan makanan kepada siswa.

"Harapan saya, tolong dicek kembali sebelum makanan diantar ke sekolah,  dan sesampai di sekolah, dewan guru juga cek kembali sebelum dibagikan ke siswa. Agar kita bisa memastikan makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar bergizi dan dapat dikonsumsi bukan malah bikin keracunan bagi yang menikmati," imbuhnya.  

Dalam hal ini Surya mengingatkan juga kepada Satgas Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar mengambil langkah untuk tidak kembali terjadi hal yang sama.

"Satgas juga harus ambil langkah terkait kejadian ini. Ada upaya untuk berusaha mencegah hal-hal yang tidak diingankan terjadi,"ungkapnya. 

Sementara sebelumnya Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG KKU, Erwin Sudrajat, menegaskan pentingnya evaluasi pengawasan di tingkat operasional. Sementara kewenangan Satgas dalam pelaksanaan program prioritas presiden ini terbatas. Menurutnya, tanggung jawab langsung berada di tangan pengelola dapur dan koordinator wilayah (Korwil) sebagai pengawas lapangan.

“Jadi terkait khususnya yang belatung di Simpang Hilir itu, yang sangat bertanggung jawab seharusnya pihak dapur, Kemudian di atasnya lagi ada yang mengawasi langsung dapur, yakni koordinator wilayah (korwil),”ujarnya. (dan)

Editor : Hanif
#Mbg #Keracunan siswa #kayong utara #pengawasan pangan #Sukadana