Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Santri Kayong Utara Meninggal Dunia Diduga Korban Kekerasan di Ponpes, Keluarga Minta Kasus Diusut

Danang Prasetyo • Jumat, 13 Maret 2026 | 13:07 WIB

Irfan Zaki Azizi, santri salah satu ponpes di Kubu Raya meninggal diduga menjadi korban kekerasan.
Irfan Zaki Azizi, santri salah satu ponpes di Kubu Raya meninggal diduga menjadi korban kekerasan.

PONTIANAK POST – Santri asal Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Irfan Zaki Azizi, meninggal dunia Jumat (13/3). Sebelumnya korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka lebam di wajah. Diduga akibat dianiaya. Atas kejadian ini, keluarga korban meminta keadilan.

Meninggalnya Azizi dibenarkan oleh pamannya, Rio. Ia menyebut keponakannya tersebut mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 07.00 WIB di RSU Santo Antonius Pontianak.

“Ia ponakan saya meninggal sekitar jam 7 pagi tadi. Saya tidak sempat menyusul ke Pontianak,” ujar Rio saat dikonfirmasi, Jumat (13/3) kepada sejumlah awak media.

Selanjutnya Rio menambahkan, jenazah Azizi telah dimandikan dan dikafankan di Pontianak sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kayong Utara.

“Jenazah sudah dimandikan dan dikafankan di Pontianak sebelum dibawa pulang ke Kayong,” katanya.

Atas kejadian ini, keluarga berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan kasus yang menimpanya dapat diusut hingga tuntas.

“Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapatkan keadilan di dunia,” tambah Rio.

Sementara itu, Azizi yang menempuh pendidikan di Pesantren Labbaik Indonesia, Kabupaten Kubu Raya, sempat menjalani perawatan intensif setelah diduga mengalami trauma di bagian kepala.

Kondisi Azizi pertama kali diketahui orang tuanya, Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah, setelah pihak pesantren mengabarkan bahwa putra mereka mengalami alergi terhadap obat parasetamol.

Mendapat kabar tersebut, keduanya segera berangkat dari Kayong Utara menuju Kubu Raya untuk memastikan kondisi anak mereka.

Namun, sesampainya di rumah sakit, keluarga menemukan kondisi yang berbeda dari penjelasan awal. Wajah Azizi tampak lebam dan mengalami pembengkakan serius, terutama di area mata.

“Kami awalnya diberitahu anak kami alergi parasetamol. Tapi setelah melihat langsung, wajahnya lebam dan bengkak parah. Ini terlihat bukan seperti alergi,” ujar Ahmad, Kamis (12/3).

Foto yang beredar memperlihatkan Azizi terbaring di ranjang perawatan dengan kedua mata bengkak hingga tertutup. Memar kehitaman terlihat jelas di sekitar mata dan pipinya. Bahkan, di bagian kening terdapat benjolan besar.

Keluarga menduga Azizi menjadi korban kekerasan saat berada di lingkungan pesantren yang berlokasi di Jalan Parit Kerakah, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Dokter jaga di RS Anton Soedjarwo Bhayangkara Polda Kalbar yang pertama menangani Azizi menyebut adanya dugaan trauma pada bagian kepala sehingga diperlukan penanganan medis lanjutan.

“Dokter mengatakan ada trauma di kepala,” kata Ahmad.

Karena kondisinya dinilai serius, Azizi kemudian dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak untuk mendapatkan penanganan dokter spesialis bedah saraf.

Kepala Sekolah SMA Pesantren Labbaik Indonesia, Ustaz Aswandi Alfatih, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan pasti mengenai penyebab kejadian tersebut.

“Kami belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Saat ini kami masih di rumah sakit untuk mencari penyebabnya, jadi belum bisa disimpulkan apakah ada tindak kekerasan atau tidak,” ujarnya.

Pihak pesantren menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari dokter terkait kondisi Azizi serta berharap penyebab peristiwa tersebut segera terungkap. (dan)

Editor : Miftahul Khair
#santri meninggal dunia dianiaya #kayong utara #keluarga minta keadilan #kekerasan di pondok pesantren