Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

MABM Kayong Utara Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Santri Irfan Zaki

Danang Prasetyo • Senin, 16 Maret 2026 | 16:01 WIB

 

Mawardi Usman
Mawardi Usman

PONTIANAK POST – Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Kayong Utara, Mawardi Usman, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang santri asal Kayong Utara, Irfan Zaki Azizi.

Mawardi menyatakan bahwa seluruh jajaran MABM turut merasakan kesedihan atas kepergian almarhum. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

“Kami dari MABM Kabupaten Kayong Utara turut berduka cita atas meninggalnya ananda Irfan Zaki Azizi. Kami berharap pihak keluarga diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ujar Mawardi, Minggu (15/3).

Selain menyampaikan belasungkawa, Mawardi mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut. Langkah ini dinilai penting guna mencegah berkembangnya berbagai spekulasi negatif di tengah masyarakat.

Ia menekankan agar proses penyelidikan dilakukan secara transparan sehingga fakta-fakta di balik kematian santri tersebut dapat terungkap secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Kami meminta pihak berwenang agar proses penyelidikan ini diselesaikan secara terang benderang. Hal ini penting agar berbagai isu yang berkembang, termasuk dugaan adanya tindak kekerasan, bisa segera terjawab berdasarkan fakta hukum,” tegasnya.

Menurut Mawardi, kejelasan hasil penyelidikan sangat krusial agar tidak menimbulkan simpang siur informasi yang dapat meresahkan warga. Ia mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri sambil menunggu hasil resmi dari proses hukum yang tengah berjalan.

“Kejelasan informasi sangat penting. Kami mengajak masyarakat untuk memercayakan penanganan kasus ini kepada pihak yang berwajib dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kematian santri asal Kabupaten Kayong Utara, Irfan Zaki Azizi (16), memicu perhatian luas publik. Remaja tersebut meninggal dunia pada Jumat (13/3) sekitar pukul 07.00 WIB di RSU Santo Antonius Pontianak setelah menjalani perawatan intensif. 

Sebelumnya, Azizi yang menempuh pendidikan di Pesantren Labbaik Indonesia, Kabupaten Kubu Raya, diduga mengalami trauma di bagian kepala. Orang tua korban, Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah, awalnya mendapat kabar dari pihak pesantren bahwa putra mereka mengalami alergi terhadap obat parasetamol.

Mendapat informasi tersebut, keduanya segera berangkat dari Kayong Utara menuju Kubu Raya untuk memastikan kondisi anak mereka. Namun sesampainya di rumah sakit, keluarga menemukan kondisi yang jauh berbeda dari penjelasan awal. Wajah Azizi tampak lebam dengan pembengkakan serius, terutama di area mata.

Foto yang beredar menunjukkan Azizi terbaring di ranjang perawatan dengan kedua mata bengkak hingga tertutup. Memar kehitaman terlihat jelas di sekitar mata dan pipinya. Bahkan, di bagian kening tampak benjolan besar. Sementara di bagian bibir mengalami jontor yang parah. Keluarga menduga Azizi menjadi korban kekerasan saat berada di lingkungan pesantren yang berlokasi di Jalan Parit Kerakah, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. (dan)

 

Editor : Hanif
#kematian Santri #polisi #kayong utara #mabm