PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa desa di Kabupaten Kayong Utara, Kamis (26/3) menyebabkan kabut asap yang terlihat mulai menyelimuti kawasan Kecamatan Sukadana dan sekitarnya. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Kemboja, Kecamatan Pulau Maya, serta di Desa Sutera dan Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana.
Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, menyebutkan bahwa kebakaran terjadi pada waktu berbeda, yakni pukul 14.45 WIB, 15.50 WIB, dan 21.00 WIB.Total luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 11 hektare, dengan rincian di Desa Kemboja sekitar 10 hektare, Desa Sutera sekitar 0,648 hektare, dan Desa Sejahtera sekitar 0,812 hektare. Lahan yang terbakar merupakan milik masyarakat dengan jenis semak belukar dan perkebunan sawit.
"Lahan yang terbakar milik masyarakat dengan jenis semak belukar da perkebunan sawit. Untuk luas lahan yang terbakar sekitar lebih dari 11 Hektare," ujar Fathul.
Ia menjelaskan bahwa di Desa Kemboja, kebakaran dipicu dari banyaknya titik panas (hotspot) yang terpantau melalui aplikasi pemantauan, dengan total 21 titik di wilayah Kecamatan Pulau Maya.
Upaya pemadaman awal dilakukan masyarakat setempat, namun keterbatasan sarana dan prasarana membuat api sulit dikendalikan.
BPBD kemudian berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk KPH Kayong Utara, Manggala Agni, dan Yayasan Pondasi Rumah Hijau, untuk menurunkan tim gabungan melakukan pemadaman darat.
Sementara itu, di Desa Sutera, kebakaran dilaporkan warga terjadi di area kebun dekat permukiman.
Petugas Damkar langsung turun ke lokasi dan berhasil melakukan pemadaman dalam beberapa jam.
Sedangkan di Desa Sejahtera, api sempat muncul kembali di lahan gambut pada malam hari, tim gabungan kembali diterjunkan guna mencegah kebakaran meluas.
Saat ini sebagian besar titik api sudah berhasil dipadamkan namu khusus di Desa Sejahtera pada sore ini Jumat 27 Maret 2026 proses pendingin masih dilakukan.
"Dusun Tanjung Gunung, Desa Sejahtera sore ini masih akan dilakukan pendinginan," kata Fathul.
Ia juga mengatakan bahawa, Karhutla tidak hanya terjadi di tiga desa tersebut melainkan masih terdapat tiga titik api di desa tanjung satai kecamatan Pulau maya. Saat ini proses pemadaman masih telur dilakukan oleh petugas gabungan.
"Kecamatan Pulau maya, di Tanjung Satai masih ada tiga titik api, saat ini masih dalam proses pemadaman," jelasnya.
Terkait kabut asap yang melanda kawasan Kecamatan Sukadana, Fathul mengungkapkan bahwa asap tersebut bukan hanya akibat karhutla yang terjadi di Kayong Utara, melainkan karena karhutla juga terjadi di kabupaten lain.
"Karena kebakaran juga terjadi di kabupaten lain," jawabnya singkat.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pengendalian karhutla ini terdiri dari BPBD, Damkar, Manggala Agni, dan KPH Kayong Utara.
Mereka melakukan berbagai upaya, mulai dari apel kesiapan personel, pelaksanaan pemadaman, hingga pengecekan ulang lokasi guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
BPBD Kayong Utara memastikan akan terus melakukan pemantauan serta penanganan lanjutan guna mencegah kebakaran kembali terjadi. (dan)
Editor : Hanif