PONTIANAK POST - Beredar sebuah video di media sosial Instagram yang memperlihatkan kondisi sebuah bangunan sekolah yang sudah memprihatinkan. Sekolah tersebut diketahui merupakan Sekolah Dasar (SD) Negeri 32 Jelutung, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Dalam video itu tampak bangunan sekolah yang bersifat semi permanen, dengan dinding dan lantai masih berbahan papan, serta pintu ruangan yang hanya terbuat dari triplek.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, menjelaskan bahwa bangunan sekolah tersebut sebelumnya sempat roboh.
Pada tahun 2025, SD Negeri 32 Jelutung telah mendapatkan perbaikan sebanyak dua ruang kelas saja. Namun, hingga saat ini masih terdapat beberapa bagian bangunan sekolah yang menggunakan fasilitas sementara.
Baca Juga: Waspada Penuaan Dini di Usia 20-an, Dokter Ungkap Penyebab dan Cara Mencegahnya
"Betul, karena sekolah ini kondisinya sebelumnya sudah roboh. Tahun lalu baru kita bangun 2 lokal, sisanya memang masih di bangunan sementara," ujarnya
Kelas yang terlihat dalam video tersebut merupakan ruang belajar di SD Negeri 32 Jelutung yang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, khususnya bagi siswa kelas 2 dan kelas 3 dalam rangka kegiatan tema Hari Kartini.
Ruang tersebut merupakan bangunan darurat yang terdiri dari dua lokal.
Sementara itu, sekolah juga memiliki dua bangunan permanen, yakni satu ruang untuk kelas 1 serta dua ruang baru yang digunakan untuk kelas 4 dan kelas 6.
Adapun siswa kelas 5 untuk sementara waktu melaksanakan kegiatan belajar di ruang guru.
Baca Juga: Dorong Kualitas Pendidikan, MGMP Kayong Utara Hadirkan Buku English IRL Berbasis Kontekstual
Jumadi menambahkan, pembangunan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran daerah.
Ia juga menyebut telah mengajukan usulan revitalisasi sekolah tersebut kepada pemerintah pusat pada tahun ini, sebagai upaya untuk mempercepat peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sekolah tersebut.
"Karena anggaran terbatas, kita baru dapat bangun secara bertahap. Tahun ini juga sudah kita ajukan revitalisasi ke pemerintah pusat," pungkasnya. (dan)
Editor : Hanif