PONTIANAK POST - Sejumlah pengunjung mengapresiasi keberadaan Taman Surya Kusuma sebagai ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat. Meski tidak terlalu luas, taman ini dinilai cukup layak menjadi tempat berkumpul bersama keluarga. Namun perlu ada perhatian mengenai sampah, baik pengunjung maupun pihak terkait.
“Fasilitas ini sudah bagus, bisa kita gunakan. Walau tidak besar, kami bisa bawa anak-anak dan keluarga bersantai,” ujar Ilham, salah seorang pengunjung.
Namun di balik apresiasi tersebut, Ilham menyoroti lemahnya pengelolaan kebersihan. Ia mengaku melihat sampah berserakan di atas rumput sintetis yang tidak dibersihkan sejak malam sebelumnya.
“Cuma inilah, sampah yang ada di rumput sintetis ini saya lihat sudah dari semalam tidak dibersihkan,” keluhnya.
Baca Juga: Pembangunan SD Muhammadiyah Plus Sukadana Dimulai, Fokus Perkuat Karakter dan Nilai Keislaman Siswa
Tidak hanya itu, persoalan lain datang dari seberang jalan taman. Dua tong sampah, tempat pembuangan sementara (TPS) di lokasi tersebut kerap mengeluarkan bau tidak sedap hingga tercium ke area taman. Hal ini ikut mengganggu kenyamanan pengunjung.
Ilham juga menyoroti kondisi lingkungan sekitar yang dinilai kurang selaras dengan fungsi taman sebagai ruang ramah anak. Ia menyebut adanya kafe remang-remang di seberang taman yang dinilai kontras dengan aktivitas anak-anak di dalam area taman.
Terlebih, menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Ilham berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan pembenahan. Ia menilai kondisi fasilitas umum seperti ini dapat memengaruhi citra daerah.
“Tolonglah dinas terkait, tempat yang sudah bagus dan bermanfaat seperti taman ini ditingkatkan lagi. Apalagi ini sudah menjelang MTQ, kan malu kalau fasum kita seperti ini,” tukasnya.
Masyarakat berharap tidak hanya pembangunan yang menjadi perhatian, tetapi juga perawatan dan penataan lingkungan sekitar, agar fasilitas publik benar-benar nyaman, bersih, dan layak digunakan semua kalangan. (dan)
Editor : Hanif