Hardiknas 2026, Bupati Kayong Utara Tegaskan Pendidikan Tanpa Diskriminasi dan Inklusif

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Selasa, 5 Mei 2026 | 12:36 WIB
Upacara Hardiknas di Halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Sukadana, Senin (4/5). (PROKOPIM KKU)
Upacara Hardiknas di Halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Sukadana, Senin (4/5). (PROKOPIM KKU)

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan tanpa diskriminasi pada momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, saat memimpin upacara Hardiknas di Halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Sukadana, Senin (4/5). 

Dalam amanatnya, Bupati Romi menekankan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa adanya perlakuan diskriminatif. Hal itu diwujudkan melalui pelaksanaan Deklarasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama stakeholder pendidikan untuk mewujudkan pelaksanaan SPMB yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Baca Juga: Menagih Janji Literasi: Refleksi Hardiknas di Persimpangan Digital

Menurutnya, sistem penerimaan peserta didik yang bersih dan berintegritas menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik serta memastikan pemerataan akses pendidikan di daerah.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Bupati Romi juga membuka secara resmi seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) Kabupaten Kayong Utara Tahun 2026.

Ia mengajak para peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menunjukkan kemampuan terbaik.

“Selamat bertanding dan mengikuti lomba. Junjung tinggi sportivitas dan berikan penampilan terbaik. Hasil yang baik, bukan tujuan semata, proses yang baik jauh lebih bermakna. Apa artinya kita capai prestasi tersebut dengan cara-cara yang tidak fair," ungkapnya.

Melalui momentum Hardiknas ini, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara terus memperkuat langkah dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kualitas, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.(dan)

Editor : Hanif
pendidikan pemkab kayong utara hardiknas diskriminasi spmb