PONTIANAK POST - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Kayong Utara menggelar kegiatan orientasi pembinaan Posyandu bidang kesehatan bagi tenaga kesehatan Puskesmas di Mahkota Hotel. Kegiatan tersebut diikuti para penanggung jawab promosi kesehatan, gizi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA) dari sejumlah Puskesmas di Kabupaten Kayong Utara.
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kayong Utara, dr. Maria Fransisca Antonelly Schoggers, M.A.R.S., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengelolaan Posyandu.
“Kami mengharapkan penguatan tenaga kesehatan yang terlibat di dalam pengadaan posyandu. Kalau hari ini yang diundang adalah penanggung jawab promosi kesehatan, penanggung jawab gizi, dan juga kesehatan ibu dan anak (KIA). Tiga petugas ini memiliki peran yang penting di dalam penggerakan Posyandu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sesuai amanat Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, terdapat enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dijalankan. Namun dalam kegiatan tersebut, fokus pembinaan diarahkan pada bidang kesehatan melalui layanan Posyandu yang mencakup seluruh siklus hidup masyarakat.
Baca Juga: Polres Kayong Utara Gerebek Judi Remi Box di Simpang Hilir, Tiga Pelaku Diamankan
“Posyandu saat ini mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari persiapan kehamilan, ibu hamil, bayi dan Balita, usia sekolah, remaja, usia produktif, hingga Lansia. Semua bisa mendapatkan layanan di posyandu,” jelasnya.
Menurutnya, konsep pelayanan Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada ibu hamil dan Balita, tetapi telah berkembang menjadi layanan kesehatan terpadu bagi seluruh kelompok usia.
“Jadi tidak seperti dulu yang hanya ibu hamil dan bayi balita, tetapi semua siklus hidup itu bisa mendapatkan pelayanan di Posyandu,” tambahnya.
Sisca juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah desa terhadap kader posyandu, terutama dalam pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) atau posyandu siklus hidup yang memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding sebelumnya.
“Kami mengharapkan dengan Posyandu integrasi layanan primer, yang mana beban dan tanggung jawab kader Posyandu itu semakin banyak dan besar, mereka juga mendapatkan perhatian lebih dari desa. Mengenai insentif kader, itu masih menjadi kewenangan desa,” katanya.
Ia berharap pemerintah desa dapat memberikan dukungan optimal kepada kader Posyandu guna memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.
“Kami membutuhkan dukungan optimal dari desa supaya ketahanan kesehatan kita tidak hanya ditanggung oleh tenaga kesehatan, melainkan juga tenaga kader, agar semakin memberdayakan masyarakat,” tukasnya (dan)
Editor : Hanif