PONTIANAK POST – Kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan memperbaiki masa depan kini terbuka bagi pemuda lokal di Kabupaten Kayong Utara melalui Program Pelita Penebang yang digelar Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).
Program ini memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja non-skill agar memiliki kompetensi profesional yang dibutuhkan dunia industri.
Di tengah pembangunan Kawasan Industri Pulau Penebang sebagai bagian dari proyek strategis nasional (PSN) hilirisasi bauksit terintegrasi, program tersebut menjadi peluang nyata bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan jenjang karier dan kesejahteraan keluarga.
Dari Sawit ke Dunia Industri
Di sebuah ruang pelatihan di Kawasan Industri Pulau Penebang, Suheriduansyah tampak serius menyimak materi pengoperasian overhead crane. Bagi pemuda 19 tahun asal Tanjung Satai, Kecamatan Kepulauan Maya itu, pelatihan tersebut bukan sekadar rutinitas kerja.
Sebelum bergabung di KIPP, Suheriduansyah bekerja di perkebunan sawit. Kini ia menjadi bagian dari crew batching plant dan mengikuti Program Pelita Penebang untuk meningkatkan kemampuan serta membuka peluang karier yang lebih luas.
“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena mau naik skill juga dan berkembang. Saya juga ingin punya pengalaman baru,” ujarnya.
Ia mengaku sebelumnya belum memahami dunia operator alat berat maupun overhead crane. Namun keinginan belajar membuatnya mantap mengikuti seluruh tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes tertulis, hingga wawancara.
Belajar Demi Masa Depan Keluarga
Semangat yang sama juga terlihat dari Eka Pramuja, pemuda 22 tahun asal Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai.
Setelah lulus sekolah pada 2022, Eka sempat merantau ke Ketapang dan bekerja di sebuah toko sembako. Kesempatan bergabung di kawasan industri menjadi pengalaman baru yang membuka harapan lebih besar bagi masa depannya.
“Yang jelas mengikuti program ini untuk meningkatkan income dan menambah wawasan juga. Pastinya saya tidak ingin di posisi yang sama terus, jadi ada peluang jenjang karier,” kata Eka.
Ia masih mengingat ketika proses pengangkatan material di batching plant dilakukan secara manual. Seiring berkembangnya fasilitas kerja, kebutuhan operator overhead crane semakin meningkat.
Perubahan tersebut membuka peluang bagi pekerja lokal untuk memperoleh keterampilan baru yang sebelumnya tidak mereka miliki.
“Harapannya tentu untuk membantu keluarga juga. Mumpung masih muda, jadi sekalian tambah pengalaman dan wawasan,” ujarnya.
Peluang Naik Kelas
Program Pelita Penebang merupakan inisiatif pengembangan sumber daya manusia lokal yang digagas tim Human Resources bersama Health, Safety and Environment (HSE) KIPP.
Program ini dirancang untuk memberikan pendidikan dan pelatihan profesional kepada tenaga kerja harian lepas agar memiliki kompetensi yang diakui secara resmi melalui sertifikasi.
Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis pengoperasian overhead crane. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai disiplin kerja, keselamatan kerja, hingga evaluasi praktik lapangan.
Peserta yang lulus nantinya akan memperoleh sertifikasi resmi dari pemerintah.
Pelita bagi Talenta Lokal
Head of Corporate Communications KIPP, Niken Prisca, mengatakan Program Pelita Penebang lahir dari kebutuhan perusahaan sekaligus keinginan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi tenaga kerja lokal.
“Pelita Penebang ini cikal bakalnya adalah merintis talenta lokal untuk bisa mendapatkan kesempatan memiliki skill yang tersertifikasi secara profesional dan memiliki peluang besar untuk bisa bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” ujarnya.
Menurut Niken, nama Pelita dipilih karena memiliki makna sebagai cahaya yang menerangi jalan.
Filosofi tersebut mencerminkan tujuan program untuk membuka jalan menuju karier dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar kawasan industri.
“Harapannya program ini menjadi cahaya yang membuka karir yang baik bagi masyarakat lokal yang memiliki talenta dan kemauan untuk belajar,” katanya.
Sertifikat yang Mengubah Nasib
Pada tahap awal, Program Pelita Penebang difokuskan pada pelatihan operator overhead crane. Pesertanya berasal dari tenaga kerja harian lepas yang sebelumnya bekerja sebagai helper atau pekerja umum di area batching plant.
Melalui program tersebut, mereka memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi sekaligus memperbesar peluang mendapatkan posisi kerja yang lebih baik di lingkungan industri.
Bagi banyak peserta, sertifikat yang diperoleh nantinya bukan hanya pengakuan kompetensi, tetapi juga simbol perubahan hidup.
Mempersiapkan Generasi Industri
Program Pelita Penebang melanjutkan komitmen KIPP dalam membangun sumber daya manusia lokal.
Sebelumnya, perusahaan juga memberangkatkan 89 pemuda mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium di Tiongkok selama tiga bulan melalui Operations Development Program (ODP).
Sebagian peserta merupakan putra-putri asli Kabupaten Kayong Utara yang diproyeksikan mengisi kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Industri Pulau Penebang setelah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi keahlian.
Harapan dari Pulau Penebang
Di balik pembangunan kawasan industri dan investasi bernilai besar, terdapat kisah-kisah sederhana tentang anak muda yang berusaha mengubah masa depan melalui keterampilan dan kerja keras.
Bagi Suheriduansyah, Eka Pramuja, dan puluhan pemuda lainnya, Program Pelita Penebang bukan sekadar pelatihan kerja.
Program ini menjadi pintu menuju kesempatan yang lebih besar, penghasilan yang lebih baik, dan harapan untuk membangun masa depan tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran mereka.
Di Pulau Penebang, harapan itu kini mulai menyala melalui setiap keterampilan yang dipelajari dan setiap sertifikat yang diperjuangkan. **
Editor : Aristono Edi Kiswantoro