PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantun pangan kepada 100 warga Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Rabu (10/6).
Upaya itu sebagai langkah nyata pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat ditengah berbagai tantangan ekonomi.
"Program ini bukan sekadar bagi-bagi bantuan. Ada misi besar yang ingin dicapai, yaitu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, mengentaskan daerah rentan dan rawan pangan, serta mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan memperkuat daerah tahan pangan di Kabupaten Kayong Utara," ujar Bupati Romi.
Baca Juga: Dua Kandidat Ketua KONI Kayong Utara Lolos Verifikasi Administratif
Menurutnya, masyarakat saat ini masih menghadapi tekanan ekonomi akibat berbagai faktor global yang berdampak hingga ke daerah, termasuk kenaikan biaya distribusi barang kebutuhan pokok.
"Dampak perang di dunia juga terasa sampai kepada kita. Harga minyak naik, ongkos angkut menjadi mahal, dan pada akhirnya memengaruhi harga kebutuhan masyarakat. Karena itu, bantuan seperti ini sangat penting untuk membantu meringankan beban warga," katanya.
Selain bantuan pangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara juga menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat melalui program Gerakan Pangan Murah.
Baca Juga: Polres Kayong Utara Gerebek Judi Remi Box, Tiga Pelaku Diamankan
Bupati Romi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kayong Utara akan menggelar penjualan beras premium bersubsidi di Desa Pemangkat dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding harga pasar.
"Saya mendengar tadi warga butuh beras ya, jadi kita akan gelar pangan murah dengan beras premium yang disubsidi pemeritah daerah. Kita akan siapkan 3 ton untuk 600 KK di desa Pemangkat, Beras ukuran 5 kilogram dengan harga 50 ribu. Dan kalau bisa Jumat ini atau Rabu depan, paling lambat seminggu karena ini butuh koordinasi dengan Bulog" jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata atas kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok sekaligus memperkuat sinergi antara program pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. (dan)
Editor : Miftakhair