Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Romi Wijaya Ungkap Strategi Jaga APBD Tetap Sehat, Kayong Utara Tanpa Utang dan Pajak Baru

Danang Prasetyo • Jumat, 12 Juni 2026 | 10:32 WIB
Bangun Fondasi Tata Kelola yang Kuat
Romi Fokus Perkuat Kemampuan Fiskal Daerah.(IST)
Bangun Fondasi Tata Kelola yang Kuat Romi Fokus Perkuat Kemampuan Fiskal Daerah.(IST)

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara saat ini memprioritaskan penguatan fondasi tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah sebagai langkah strategis untuk mendukung percepatan pembangunan di masa mendatang. Hal itu disampaikan oleh Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, saat menghadiri Pembukaan Kegiatan Musyawarah Cabang III PWRI Kabupaten Kayong Utara, bertempat di Aula Pondopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Kamis (11/6).

"Kemarin saya dengar cerita Pak Gubernur rapat kerja di DPR RI, bilang ada enam kabupaten/kota yang hampir kolaps, bayar P3K ndak mampu sampai pinjam bank Kalbar. Alhamdulillah kita sehat, ndak ada utang. P3K bergaji semua, dapat gaji ke-13 juga," ungkap Romi.

"Sekarang ini kan seolah-olah pemerintah Kayong ini kan ndak kerja, ini makan tidur aja. Padahal kita fokus membenahi sistem, jangan sampai kapal Kayong sekarang tenggelam, nah itu yang dilakukan. Nah, nanti setelah ini sehat, baru kita ekspansi," tambahnya.

Baca Juga: DPRD Kayong Utara Konsultasi ke Kemenkum Kalbar untuk Penyusunan Dua Raperda Strategis

Ia mengibaratkan pemerintah daerah saat ini tengah memperkuat "bahtera" Kayong Utara agar mampu berlayar dengan aman dan stabil sebelum melakukan berbagai ekspansi pembangunan.

"Yang terpenting saat ini adalah memastikan sistem pemerintahan dan keuangan daerah tetap sehat. Ketika fondasinya kuat, maka pembangunan ke depan akan lebih mudah dijalankan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara lebih luas," ujarnya.

Menurut Romi, dalam menghadapi tantangan fiskal daerah, pemerintah tidak memilih jalan pintas dengan menaikkan pajak masyarakat maupun menambah beban utang daerah. Sebaliknya, Pemkab Kayong Utara fokus melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah serta rasionalisasi belanja yang dinilai kurang produktif.

Baca Juga: Jumadi Gading Tegaskan PPDB 2026 di Kayong Utara Harus Bebas Pungli dan Praktik Titipan

"Kita tidak menaikkan pajak. Yang kita lakukan adalah intensifikasi dan ekstensifikasi. Masih banyak objek pajak yang belum terdata dan belum tergali secara optimal. Ini yang terus kita benahi," ujar Romi.

Ia menjelaskan, salah satu langkah intensifikasi dilakukan dengan memperbaiki pendataan objek pajak daerah, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang selama ini belum seluruhnya terakomodasi dalam basis data pemerintah.

Sementara itu, upaya ekstensifikasi dilakukan dengan menggali sumber-sumber pendapatan baru yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan. Salah satunya melalui optimalisasi retribusi tenaga kerja asing yang bekerja pada proyek strategis nasional di Kabupaten Kayong Utara.

Baca Juga: Bupati Kayong Utara Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Pemangkat Dukung Ketahanan Keluarga

"Dari retribusi tenaga kerja asing, saat ini sudah terealisasi sekitar Rp400 juta. Potensinya tahun ini diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar dan tahun depan bisa mencapai Rp3,5 miliar," ungkapnya.

Selain memperkuat pendapatan daerah, Romi mengatakan pemerintah juga melakukan efisiensi anggaran dengan menekan belanja yang tidak memberikan dampak langsung terhadap pelayanan masyarakat dan pembangunan.

Langkah tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas fiskal daerah di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.

"Yang kita lakukan adalah memastikan APBD tetap sehat. Alhamdulillah sampai hari ini kondisi keuangan daerah tetap terjaga," ucapnya. (dan)

Editor : Miftakhair
#Strategi jaga APBD #Penguatan Fondasi #fiskal daerah #kayong utara #Romi Wijaya